Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop

Selasa, 16 September 2025 - 20:20 WIB
Selama lebih dari dua tahun, pria ini tidak mendapatkan terapi antiretroviral yang seharusnya dapat memperkuat imunitasnya. Ia mengalami gejala seperti sesak napas, sakit kepala, nyeri otot, hingga kelelahan berkepanjangan. Kondisi inilah yang memungkinkan virus bertahan begitu lama di dalam tubuhnya.

Risiko Penularan dan Evolusi Virus



Meski virus bertahan lebih dari dua tahun, para peneliti menduga bahwa risiko penularannya justru rendah. "Tidak adanya infeksi lanjutan yang diduga terjadi mungkin mengindikasikan hilangnya penularan selama adaptasi terhadap satu inang," tutur Velasquez-Reyes dan tim menduga.

Namun, para ahli menekankan bahwa tidak semua kasus infeksi jangka panjang akan mengikuti pola yang sama. Ada kemungkinan kasus lain bisa memunculkan varian baru yang lebih menular dan berbahaya. Inilah alasan mengapa pengawasan ketat terhadap perkembangan Covid-19 harus tetap dilakukan.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan Tajam seperti Disayat Silet Jadi Gejala Covid-19 Varian Nimbus

Imbauan untuk Pencegahan dan Kesehatan Publik



Kasus ini menjadi pengingat bahwa Covid-19 masih memiliki potensi besar untuk bermutasi, terutama pada individu dengan sistem imun lemah. Oleh karena itu, para peneliti menekankan pentingnya upaya pencegahan baik di tingkat individu maupun masyarakat.

"Membersihkan infeksi ini harus menjadi prioritas bagi sistem perawatan kesehatan," para peneliti menyimpulkan.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!