Durasi Berjemur Tergantung Warna Kulit, Berapa Lama untuk Anda?
Rabu, 15 April 2020 - 10:30 WIB
Berjemur di bawah sinar matahari dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk membantu melawan virus yang ada di dalam tubuh, termasuk virus corona baru penyebab COVID-19. Vitamin D yang berasal dari sinar UV bakal mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh dan bekerja melawan virus di dalam tubuh.
Bagi orang yang sehat, berjemur di bawah sinar matahari dapat menjadi salah satu cara pencegahan penularan COVID-19. Berbeda dengan mereka yang sehat, pasien yang positif terinfeksi COVID-19 boleh mengonsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen untuk membantu mempercepat penyembuhan. Namun, manfaat sinar matahari bisa bertahan lebih lama dibandingkan suplemen.
"Dengan adanya vitamin D, fungsi sel imun meningkat sehingga virus akan ditangkap dan dimatikan. Selama bisa dengan sinar matahari, lebih bagus sinar matahari karena gratis. Tidak usah bayar, asal sesuai kebutuhan," tandas Prof. Budi.
Bagi orang yang sehat, berjemur di bawah sinar matahari dapat menjadi salah satu cara pencegahan penularan COVID-19. Berbeda dengan mereka yang sehat, pasien yang positif terinfeksi COVID-19 boleh mengonsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen untuk membantu mempercepat penyembuhan. Namun, manfaat sinar matahari bisa bertahan lebih lama dibandingkan suplemen.
"Dengan adanya vitamin D, fungsi sel imun meningkat sehingga virus akan ditangkap dan dimatikan. Selama bisa dengan sinar matahari, lebih bagus sinar matahari karena gratis. Tidak usah bayar, asal sesuai kebutuhan," tandas Prof. Budi.
(tsa)
Lihat Juga :