Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Senin, 22 September 2025 - 16:20 WIB
Akibat kebocoran tersebut, rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terpaksa kembali ke pelabuhan. Artis sekaligus mantan anggota DPR itu menjelaskan bahwa kondisi ini memaksa mereka menunggu perbaikan kapal, sementara bengkel perbaikan baru beroperasi pada hari kerja.
"Jadi udah setengah jalan, kita terpaksa balik lagi ke sini karena masih relatif yang paling dekat Pelabuhan Porto Portopalo ini," jelasnya.
"Kita balik ke sini, kapal kita harus diperbaiki, dan ini hari Sabtu, kapalnya cuma bisa diperbaiki karena orang-orang kerja hari Senin. Jadi terpaksa harus bermalam di sini. Bermalamnya nggak tahu di mana," sambungnya.
Meski menghadapi situasi sulit, artis 48 tahun tersebut tetap menunjukkan sikap pasrah dan penuh keteguhan hati.
"Nggak apa-apa Lillahi Ta'ala. Pokoknya tawakal. Jika Allah berikan jalan keluar, kita tetap ke Gaza, pakai kapal yang dibenerin atau ganti kapal," ujarnya.
Baca Juga: Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Terdampar di Kelibia Tunisia Akibat Kapal Bermasalah
Ibu empat anak ini juga mengakui bahwa mengganti kapal bukan hal mudah. Namun, ia menegaskan tekadnya agar perjalanan kemanusiaan ini tidak berhenti di tengah jalan.
"Jadi udah setengah jalan, kita terpaksa balik lagi ke sini karena masih relatif yang paling dekat Pelabuhan Porto Portopalo ini," jelasnya.
"Kita balik ke sini, kapal kita harus diperbaiki, dan ini hari Sabtu, kapalnya cuma bisa diperbaiki karena orang-orang kerja hari Senin. Jadi terpaksa harus bermalam di sini. Bermalamnya nggak tahu di mana," sambungnya.
Meski menghadapi situasi sulit, artis 48 tahun tersebut tetap menunjukkan sikap pasrah dan penuh keteguhan hati.
"Nggak apa-apa Lillahi Ta'ala. Pokoknya tawakal. Jika Allah berikan jalan keluar, kita tetap ke Gaza, pakai kapal yang dibenerin atau ganti kapal," ujarnya.
Baca Juga: Berlayar ke Gaza, Wanda Hamidah Terdampar di Kelibia Tunisia Akibat Kapal Bermasalah
Tekad untuk Terus Melanjutkan Misi
Ibu empat anak ini juga mengakui bahwa mengganti kapal bukan hal mudah. Namun, ia menegaskan tekadnya agar perjalanan kemanusiaan ini tidak berhenti di tengah jalan.
Lihat Juga :