Kolaborasi Roche Indonesia dan FK-KMK UGM untuk Cegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik

Jum'at, 14 November 2025 - 18:00 WIB
Mewakili UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM menyatakan, “Kami merasa terhormat dapat menjalin kemitraan strategis dengan Roche, perusahaan perawatan kesehatan terkemuka. Kami yakin kemitraan ini akan berkontribusi dalam mengatasi tantangan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan mata di Indonesia,” ujar Dr. Danang dalam sambutannya.

“Masalah kesehatan masyarakat seperti Retinopati Diabetik membutuhkan solusi berbasis bukti yang inovatif dan aplikatif. Melalui kemitraan ini, kami siap berkontribusi melalui keahlian FK-KMK UGM dalam mengembangkan model layanan, melakukan kajian implementasi, dan memastikan bahwa intervensi yang dilakukan, terutama di bidang tele-oftalmologi serta tatalaksana Retinopati Diabetik sesuai standar medis terkini, dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di sistem layanan kesehatan kita.”

Sanaa Sayagh, Presiden Direktur Roche Indonesia menekankan, “Kemitraan ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang kami untuk secara aktif berkontribusi dalam melindungi kesehatan penglihatan masyarakat Indonesia, dan memastikan pasien dapat mengakses layanan kesehatan dan solusi yang mereka butuhkan.” Lanjut Sanaa, “Kami berharap luaran dari kemitraan ini juga bisa berkontribusi dalam upaya percepatan transformasi kesehatan serta pencapaian target Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025 - 2030.”

Retinopati Diabetik (RD) merupakan penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Dua dari lima (43,1%)1 orang dewasa dengan Diabetes Mellitus tipe 2 mengalami kondisi ini. Lebih jauh lagi, data penelitian global menunjukkan bahwa sekitar 29% pasien dengan RD juga mengalami Diabetic Macular Edema (DME)2 – suatu bentuk komplikasi retina lanjutan dari RD yang menyebabkan pembengkakan pada makula dan menjadi salah satu penyebab utama kebutaan akibat diabetes. Menyadari besarnya dampak RD, Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Indonesia Tahun 2025 – 2030 yang baru diluncurkan menetapkan beberapa target kunci untuk mengatasi permasalahan ini. Target mencakup skrining retina pada setidaknya 80% individu dengan diabetes, serta pemberian pengobatan yang tepat kepada minimal 80% individu dengan RD. Pemanfaatan teknologi kesehatan digital dan tele-oftalmologi menjadi strategi penting untuk meningkatkan deteksi dini kasus RD maupun DME.

Kemitraan untuk Menurunkan Beban Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!