Kopi Tak Lagi Ampuh Usir Kantuk, Ini Alasan Ilmiahnya
Senin, 02 Februari 2026 - 07:16 WIB
Media sains internasional, The Ridge, juga menjelaskan bahwa kondisi tersebut dinamakan Insurmountable Tolerance atau toleransi yang tidak bisa ditembus. Ini adalah titik di mana menambah dosis kopi sebanyak apapun tidak akan memberikan efek “melek” sebagai hasil stimulus dari kopi.
Tubuh melakukan ini sebagai mekanisme pertahanan agar sistem saraf tidak kelebihan beban (overstimulated). Pada tahap ini, kopi bukan lagi diminum untuk mencari "energi tambahan", melainkan hanya untuk menghindari gejala putus zat (withdrawal) seperti sakit kepala dan lemas.
Pada dasarnya, kopi tidak memberikan energi secara langsung. Ia hanya "meminjam" energi dengan cara membungkam sinyal lelah. Jika kamu merasa kopi tidak lagi membuat melek, bisa jadi hal itu merupakan tanda bahwa otak kamu telah beradaptasi dengan membangun pertahanan ekstra terhadap asupan kafein setiap harinya.
Tubuh melakukan ini sebagai mekanisme pertahanan agar sistem saraf tidak kelebihan beban (overstimulated). Pada tahap ini, kopi bukan lagi diminum untuk mencari "energi tambahan", melainkan hanya untuk menghindari gejala putus zat (withdrawal) seperti sakit kepala dan lemas.
Pada dasarnya, kopi tidak memberikan energi secara langsung. Ia hanya "meminjam" energi dengan cara membungkam sinyal lelah. Jika kamu merasa kopi tidak lagi membuat melek, bisa jadi hal itu merupakan tanda bahwa otak kamu telah beradaptasi dengan membangun pertahanan ekstra terhadap asupan kafein setiap harinya.
(nnz)
Lihat Juga :