Ini Makna Filosofis di Balik Ritual Cuci Rupang dan Nyala Lilin Jelang Perayaan Imlek

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:10 WIB
Setelah dimandikan dengan air bunga, setiap rupang kemudian dilap hingga kering menggunakan kain bersih sebelum diletakkan kembali ke altar. Hal tersebut membuat rupang lebih cerah dan memudahkan umat untuk memandang sosok dewa-dewi yang mereka muliakan.

"Supaya nanti umat yang datang ke sini melihat rupang yang ada di sini itu bisa melihat dengan jelas rupang atau patung dewa dewi yang ada di sini itu menjadi lebih cerah, lebih bagus gitu,” beber dia.

Sementara, untuk tradisi menyalakan lilin di malam Sacapne atau malam perayaan Imlek, memiliki makna filosofis selipan doa dan harapan bagi setiap keluarga yang merayakan agar langkah mereka selalu diterangi kebaikan.

"Lilin sendiri ini memiliki makna. Maknanya adalah supaya umat yang bersangkutan supaya keluarganya ini diberikan penerangan, penerangan dalam kehidupan, kelancaran rezeki, dan perlindungan seperti itu,” pungkas Hendro.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!