Tidak Semua Daging Wagyu di Indonesia Asli Jepang, Pakar Beberkan Ciri dan Cara Ceknya

Jum'at, 08 Mei 2026 - 07:28 WIB
Ia menerangkan, wagyu di luar Jepang umumnya berasal dari hasil persilangan antara sapi wagyu dan angus dengan komposisi masing-masing sekitar 50 persen. Selain itu, pola pemeliharaannya juga tidak seketat standar Jepang.

Prof Ronny menambahkan, sistem penilaian kualitas daging di Amerika berbeda dengan Jepang. Amerika menggunakan standar USDA Prime atau Choice tanpa klasifikasi khusus wagyu. Hal ini membuat karakteristik wagyu Amerika cenderung lebih padat daging dibandingkan wagyu Jepang.

Padahal, keunggulan wagyu Jepang terletak pada marbling atau lemak intramuskularnya yang tinggi. Saat dimasak, lemak tersebut akan meleleh dan menghasilkan aroma serta rasa khas yang berbeda dari daging sapi biasa.

Di Jepang sendiri, penilaian kualitas wagyu dilakukan sangat ketat dengan standar yield A hingga C, kualitas 1 sampai 5, serta Beef Marbling Standard (BMS) 1–12. Daging dengan grade A5 dan BMS 10–12 menjadi kategori tertinggi.

Prof Ronny menyebut harga wagyu Jepang asli sangat mahal, bahkan bisa mencapai minimal 200 dolar AS per kilogram untuk jenis steak. Harga tersebut dipengaruhi oleh proses pemeliharaan yang ketat, kemurnian genetik, serta sistem grading resmi Jepang.

Saat ini, Australia menjadi produsen wagyu terbesar di luar Jepang dengan kontribusi sekitar 18 persen dari total produksi global. Selain Australia, Amerika Serikat dan Selandia Baru juga menjadi produsen utama wagyu di luar Jepang. Beberapa negara lain seperti Kanada, Inggris, Jerman, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura juga memproduksi wagyu dalam skala lebih kecil melalui impor maupun persilangan sapi wagyu.

Cara Membedakan Wagyu Jepang Asli

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!