Cahaya Manthovani, Sosok Muda yang Menyatukan Kreativitas dan Kepedulian Sosial
Jum'at, 22 Mei 2026 - 20:38 WIB
“Tantangan terbesar adalah first impression orang-orang terhadap saya. Sebagai perempuan dengan wajah yang terlihat sangat lebih muda dari umur saya, semua orang selalu mengira saya bocah SMP, SMA, atau kuliah, tidak pernah ada yang mengira saya berusia 26 tahun,” ungkap Cahaya.
Namun, ia memilih menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan kualitas kerja dan komitmennya.
“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, dan saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” katanya.
“Saya selalu memposisikan diri saya dan tim sebagai pemenang, karena saya tidak ada keinginan lain selain berkomitmen dan fokus terhadap target yang ingin dicapai. Industrinya memang kompetitif. Tapi saya lebih kompetitif dari industrinya sendiri,” lanjut Cahaya.
Konsistensi Cahaya di industri kreatif dan kegiatan sosial turut membawanya menerima sejumlah penghargaan bergengsi. Ia dianugerahi Puspa Nawasena dalam Anugerah Puspa Bangsa 2025 yang digelar Kompas TV serta penghargaan The Inspiring Woman dari Robb Report Indonesia.
Di tengah kesibukannya memimpin berbagai proyek kreatif, Cahaya juga terus mendorong anak muda Indonesia untuk berani berkembang dan membangun kapasitas diri. “Harus sering belajar, sering berlatih skills apa pun yang diminati, sering membaca buku atau berita dan memahaminya,” ujar Cahaya.
“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa dibangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutupnya.
Bagi banyak anak muda, Cahaya Manthovani menjadi representasi generasi baru pemimpin industri kreatif Indonesia: adaptif, visioner, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.
Namun, ia memilih menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan kualitas kerja dan komitmennya.
“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, dan saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” katanya.
“Saya selalu memposisikan diri saya dan tim sebagai pemenang, karena saya tidak ada keinginan lain selain berkomitmen dan fokus terhadap target yang ingin dicapai. Industrinya memang kompetitif. Tapi saya lebih kompetitif dari industrinya sendiri,” lanjut Cahaya.
Konsistensi Cahaya di industri kreatif dan kegiatan sosial turut membawanya menerima sejumlah penghargaan bergengsi. Ia dianugerahi Puspa Nawasena dalam Anugerah Puspa Bangsa 2025 yang digelar Kompas TV serta penghargaan The Inspiring Woman dari Robb Report Indonesia.
Di tengah kesibukannya memimpin berbagai proyek kreatif, Cahaya juga terus mendorong anak muda Indonesia untuk berani berkembang dan membangun kapasitas diri. “Harus sering belajar, sering berlatih skills apa pun yang diminati, sering membaca buku atau berita dan memahaminya,” ujar Cahaya.
“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa dibangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutupnya.
Bagi banyak anak muda, Cahaya Manthovani menjadi representasi generasi baru pemimpin industri kreatif Indonesia: adaptif, visioner, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat.
(dra)
Lihat Juga :