Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Kamis, 04 Juni 2026 - 20:30 WIB
“Otot kaki adalah kelompok otot terbesar di tubuh manusia. Otot memiliki laju metabolisme lebih tinggi daripada jaringan lemak. Saat melatih otot kaki dengan latihan berat, tubuh akan membakar lebih banyak kalori selama latihan dibandingkan melatih otot kecil, misalnya otot bisep atau otot dada saja,” ujarnya.
Baca juga: Ini Cara Detoks Kaki untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Tak hanya saat berolahraga, manfaat pembakaran kalori juga masih berlanjut setelah latihan selesai. Adam menjelaskan fenomena itu dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC).
Selain itu, latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh sedang beristirahat. Efek ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik.
Ia menjelaskan, selain membantu mengatur berat badan, latihan kaki juga berkaitan dengan produksi hormon testosteron. Di mana latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu respons hormonal akut berupa peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH).
Baca juga: Ini Cara Detoks Kaki untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Tak hanya saat berolahraga, manfaat pembakaran kalori juga masih berlanjut setelah latihan selesai. Adam menjelaskan fenomena itu dikenal sebagai Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC).
Selain itu, latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme saat tubuh sedang beristirahat. Efek ini terjadi karena bertambahnya massa otot yang aktif secara metabolik.
Ia menjelaskan, selain membantu mengatur berat badan, latihan kaki juga berkaitan dengan produksi hormon testosteron. Di mana latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi dapat memicu respons hormonal akut berupa peningkatan sementara hormon testosteron dan growth hormone (GH).
Lihat Juga :