Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Kamis, 18 Juni 2026 - 19:55 WIB
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pasangan berani membicarakan hal-hal yang sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan. Karena pada akhirnya, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi,” ujar Holly Kwan.
Upaya membangun percakapan terbuka juga dapat dilakukan melalui ruang diskusi yang aman, nyaman, dan bebas penilaian. Dalam suasana yang lebih santai, pasangan dapat belajar mengenali dinamika hubungan, membahas kebutuhan masing-masing, serta memahami pentingnya rasa aman secara fisik maupun emosional.
Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan, banyak pasangan sebenarnya ingin membicarakan hal penting dalam hubungan, tetapi tidak selalu tahu cara memulainya. Rasa canggung, takut memicu konflik, atau khawatir mendapat respons negatif sering membuat percakapan tersebut tertunda.
“Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan,” jelas Febrizky.
Menurut Febrizky, komunikasi terbuka membantu pasangan membangun rasa aman, memperkuat kedekatan, dan menciptakan hubungan yang lebih saling menghargai. Dengan membicarakan kebutuhan dan batasan secara jujur, pasangan dapat lebih memahami satu sama lain tanpa saling menebak.
“Komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat,” katanya.
Upaya membangun percakapan terbuka juga dapat dilakukan melalui ruang diskusi yang aman, nyaman, dan bebas penilaian. Dalam suasana yang lebih santai, pasangan dapat belajar mengenali dinamika hubungan, membahas kebutuhan masing-masing, serta memahami pentingnya rasa aman secara fisik maupun emosional.
Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan, banyak pasangan sebenarnya ingin membicarakan hal penting dalam hubungan, tetapi tidak selalu tahu cara memulainya. Rasa canggung, takut memicu konflik, atau khawatir mendapat respons negatif sering membuat percakapan tersebut tertunda.
“Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan,” jelas Febrizky.
Menurut Febrizky, komunikasi terbuka membantu pasangan membangun rasa aman, memperkuat kedekatan, dan menciptakan hubungan yang lebih saling menghargai. Dengan membicarakan kebutuhan dan batasan secara jujur, pasangan dapat lebih memahami satu sama lain tanpa saling menebak.
“Komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat,” katanya.
Lihat Juga :