Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:22 WIB
Prof Antonius menjelaskan bahwa kemampuan tubuh mengubah fruktosa menjadi lemak pada awalnya merupakan mekanisme evolusi untuk membantu manusia bertahan hidup saat sumber pangan terbatas.

Pada masa lalu, buah hanya tersedia secara musiman sehingga cadangan lemak menjadi sumber energi penting ketika makanan sulit diperoleh. Namun, saat ini fruktosa dapat ditemukan dengan mudah dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

“Dengan kondisi manusia sekarang ada banyak sumber fruktosa di mana-mana. Kalau tidak mengonsumsinya dengan lebih bijaksana, yang tadinya untuk survival malah bisa menyebabkan penyakit,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi buah dan makanan manis secara seimbang. Pola makan yang bijak penting untuk mencegah peningkatan risiko asam urat, hipertensi, obesitas, maupun gangguan metabolisme lainnya
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!