Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Selasa, 30 Juni 2026 - 10:28 WIB
“Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk menunjukkan dengan jelas bahwa inflamasi bukanlah isu sekunder, melainkan faktor utama yang mendorong peningkatan risiko pada jutaan pasien penyakit kardiovaskular di seluruh dunia yang masih rentan mengalami komplikasi meskipun telah menerima terapi terbaik yang tersedia saat ini. Hal yang menarik adalah konsistensi temuan inflamasi pada berbagai kelompok pasien yang sangat beragam.
Konsistensi ini menunjukkan adanya peluang pendekatan yang lebih praktis ke depan, yakni mengidentifikasi pasien yang paling berpotensi memperoleh manfaat dari terapi yang secara langsung menargetkan inflamasi. Temuan ini juga mengubah cara kita memandang risiko kardiovaskular residual, serta menegaskan potensi terapi antiinflamasi yang sedang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi,” ujar Profesor Carolyn S.P. Lam, Senior Consultant, Department of Cardiology, National Heart Centre Singapore, serta Profesor pada Cardiovascular & Metabolic Disorders Signature Research Programme, Duke-NUS Medical School.
Meningkatnya pemahaman atas peran inflamasi dalam penyakit kardiovaskular juga tercermin dalam berbagai pedoman klinis terbaru yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology (ESC), American Heart Association (AHA), dan American College of Cardiology (ACC). Pedoman tersebut memasukkan peningkatan kadar hsCRP sebagai biomarker yang dapat memodifikasi penilaian risiko dan membantu menentukan kebutuhan strategi pencegahan yang lebih intensif.
Sebagai perusahaan yang telah berkomitmen dalam penanganan penyakit kronis selama lebih dari 20 tahun di Indonesia, Novo Nordisk terus berupaya mendorong inovasi dalam penanganan penyakit kronis yang saling berkaitan, termasuk obesitas dan diabetes melalui terapi dan inovasi kelas dunia. Sejalan dengan fokus perusahaan dalam mendorong hasil kesehatan yang lebih baik bagi pasien, Novo Nordisk turut mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan penelitian yang membantu memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor risiko yang mendasari penyakit kardiometabolik, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan komprehensif.
Konsistensi ini menunjukkan adanya peluang pendekatan yang lebih praktis ke depan, yakni mengidentifikasi pasien yang paling berpotensi memperoleh manfaat dari terapi yang secara langsung menargetkan inflamasi. Temuan ini juga mengubah cara kita memandang risiko kardiovaskular residual, serta menegaskan potensi terapi antiinflamasi yang sedang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi,” ujar Profesor Carolyn S.P. Lam, Senior Consultant, Department of Cardiology, National Heart Centre Singapore, serta Profesor pada Cardiovascular & Metabolic Disorders Signature Research Programme, Duke-NUS Medical School.
Meningkatnya pemahaman atas peran inflamasi dalam penyakit kardiovaskular juga tercermin dalam berbagai pedoman klinis terbaru yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology (ESC), American Heart Association (AHA), dan American College of Cardiology (ACC). Pedoman tersebut memasukkan peningkatan kadar hsCRP sebagai biomarker yang dapat memodifikasi penilaian risiko dan membantu menentukan kebutuhan strategi pencegahan yang lebih intensif.
Sebagai perusahaan yang telah berkomitmen dalam penanganan penyakit kronis selama lebih dari 20 tahun di Indonesia, Novo Nordisk terus berupaya mendorong inovasi dalam penanganan penyakit kronis yang saling berkaitan, termasuk obesitas dan diabetes melalui terapi dan inovasi kelas dunia. Sejalan dengan fokus perusahaan dalam mendorong hasil kesehatan yang lebih baik bagi pasien, Novo Nordisk turut mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan penelitian yang membantu memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor risiko yang mendasari penyakit kardiometabolik, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan komprehensif.
(dra)
Lihat Juga :