Menikmati Ketenangan Morotai, dari Pantai Sunyi hingga Jejak Perang Dunia II
Kamis, 02 Juli 2026 - 12:46 WIB
“Kalau sudah datang ke Morotai tapi tidak mencoba diving, rasanya sayang sekali,” kata Alan.
Morotai memiliki sejumlah titik selam dengan karakter berbeda. Di Pulau Mitita, wisatawan berkesempatan melihat hiu sirip hitam. Di sekitar Pulau Wawama, terdapat Jeep Willys peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi bagian dari ekosistem bawah laut. Sedangkan di Pulau Dodola, wisatawan dapat menikmati panorama terumbu karang dan biota laut yang memikat.
Tidak hanya wisata bahari, Morotai juga menawarkan aktivitas darat yang menarik. Wisatawan dapat trekking menuju Air Terjun Raja, mengamati burung endemik, hingga menelusuri peninggalan Perang Dunia II yang tersebar di sejumlah titik.
Salah satu tempat yang layak dikunjungi adalah Museum Swadaya Perang Dunia II milik Muhlis Eso di Desa Joubela. Museum sederhana ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan perang, mulai dari peluru, perlengkapan militer, lencana, botol minum tentara, hingga artefak lain yang menjadi saksi sejarah kawasan Pasifik.
“Banyak orang datang ke Morotai karena pantai dan lautnya. Tapi setelah berada di sini, mereka biasanya baru menyadari bahwa Morotai juga menyimpan cerita sejarah yang sangat kuat,” ujar Alan.
Menurut Alan, Morotai memiliki daya tarik yang lebih luas dari sekadar pemandangan alam. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menikmati ketenangan pantai, menjelajahi dunia bawah laut, memahami sejarah Perang Dunia II, hingga berinteraksi dengan kehidupan masyarakat setempat.
“Sebagai resort, kami tidak hanya menjual tempat menginap. Kami merepresentasikan sebuah destinasi. Karena itu, kami menawarkan paket aktivitas yang memadukan pengalaman budaya, sejarah, dan alam,” kata Alan.
Dengan kombinasi pantai yang tenang, laut jernih, akomodasi bernuansa tradisional, serta kekayaan sejarah, Morotai menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari liburan berbeda. Destinasi ini menawarkan ruang untuk beristirahat, bertualang, dan mengenal cerita masa lalu dalam satu perjalanan yang berkesan.
Morotai memiliki sejumlah titik selam dengan karakter berbeda. Di Pulau Mitita, wisatawan berkesempatan melihat hiu sirip hitam. Di sekitar Pulau Wawama, terdapat Jeep Willys peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi bagian dari ekosistem bawah laut. Sedangkan di Pulau Dodola, wisatawan dapat menikmati panorama terumbu karang dan biota laut yang memikat.
Tidak hanya wisata bahari, Morotai juga menawarkan aktivitas darat yang menarik. Wisatawan dapat trekking menuju Air Terjun Raja, mengamati burung endemik, hingga menelusuri peninggalan Perang Dunia II yang tersebar di sejumlah titik.
Salah satu tempat yang layak dikunjungi adalah Museum Swadaya Perang Dunia II milik Muhlis Eso di Desa Joubela. Museum sederhana ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan perang, mulai dari peluru, perlengkapan militer, lencana, botol minum tentara, hingga artefak lain yang menjadi saksi sejarah kawasan Pasifik.
“Banyak orang datang ke Morotai karena pantai dan lautnya. Tapi setelah berada di sini, mereka biasanya baru menyadari bahwa Morotai juga menyimpan cerita sejarah yang sangat kuat,” ujar Alan.
Menurut Alan, Morotai memiliki daya tarik yang lebih luas dari sekadar pemandangan alam. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menikmati ketenangan pantai, menjelajahi dunia bawah laut, memahami sejarah Perang Dunia II, hingga berinteraksi dengan kehidupan masyarakat setempat.
“Sebagai resort, kami tidak hanya menjual tempat menginap. Kami merepresentasikan sebuah destinasi. Karena itu, kami menawarkan paket aktivitas yang memadukan pengalaman budaya, sejarah, dan alam,” kata Alan.
Dengan kombinasi pantai yang tenang, laut jernih, akomodasi bernuansa tradisional, serta kekayaan sejarah, Morotai menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari liburan berbeda. Destinasi ini menawarkan ruang untuk beristirahat, bertualang, dan mengenal cerita masa lalu dalam satu perjalanan yang berkesan.
(dra)
Lihat Juga :