Bangkit dari Kebangkrutan, Susanti Wijaya Kini Punya 1,2 Juta Followers dan Agency
Senin, 06 Juli 2026 - 13:21 WIB
Menurut Susanti, model tersebut memungkinkan agensi lebih fokus membantu kreator berkembang karena keberhasilan agensi bergantung pada keberhasilan para kreatornya. Selain aktif membina komunitas kreator, Susanti juga semakin sering dipercaya menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan TikTok.
Salah satunya adalah acara yang digelar di Bandung beberapa waktu lalu. Ia berbagi pengalaman membangun karier sebagai kreator sekaligus mengembangkan bisnis agensi digital dari nol. Baca juga: Tren Wisata 2026: Wisatawan Indonesia Kini Pilih Destinasi Lewat 'Pengalaman Emosional' di Media Sosial
Sebagai ibu dari dua anak, Susanti mengaku tetap menjalani rutinitas siaran langsung setiap hari. Perjalanan yang dimulai dari membuat konten di rumah kini berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh. Dari awalnya hanya memanfaatkan ruang di rumah, operasional agensi berkembang hingga menyewa rumah sebagai kantor, dan kini memiliki kantor yang lebih besar di sebuah ruko untuk mendukung aktivitas puluhan kreator di bawah naungannya.
Bagi para kreator pemula, Susanti berpesan agar tidak hanya mengejar jumlah pengikut atau penjualan semata. Menurutnya, langkah pertama adalah membangun persona yang kuat dan memberikan manfaat nyata kepada audiens. Ia juga menekankan pentingnya memilih agensi yang tepat agar kreator memperoleh pendampingan, analisis, dan akses kolaborasi yang lebih luas.
"Jadilah yang terbaik di satu kategori. Bangun pola pikir untuk membantu TikTok, membantu brand, dan membantu followers. Kalau tiga hal itu berjalan, pertumbuhan akun akan mengikuti," tandasnya.
Salah satunya adalah acara yang digelar di Bandung beberapa waktu lalu. Ia berbagi pengalaman membangun karier sebagai kreator sekaligus mengembangkan bisnis agensi digital dari nol. Baca juga: Tren Wisata 2026: Wisatawan Indonesia Kini Pilih Destinasi Lewat 'Pengalaman Emosional' di Media Sosial
Sebagai ibu dari dua anak, Susanti mengaku tetap menjalani rutinitas siaran langsung setiap hari. Perjalanan yang dimulai dari membuat konten di rumah kini berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh. Dari awalnya hanya memanfaatkan ruang di rumah, operasional agensi berkembang hingga menyewa rumah sebagai kantor, dan kini memiliki kantor yang lebih besar di sebuah ruko untuk mendukung aktivitas puluhan kreator di bawah naungannya.
Bagi para kreator pemula, Susanti berpesan agar tidak hanya mengejar jumlah pengikut atau penjualan semata. Menurutnya, langkah pertama adalah membangun persona yang kuat dan memberikan manfaat nyata kepada audiens. Ia juga menekankan pentingnya memilih agensi yang tepat agar kreator memperoleh pendampingan, analisis, dan akses kolaborasi yang lebih luas.
"Jadilah yang terbaik di satu kategori. Bangun pola pikir untuk membantu TikTok, membantu brand, dan membantu followers. Kalau tiga hal itu berjalan, pertumbuhan akun akan mengikuti," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :