UI Ciptakan Pengalaman Digital Aman bagi Anak, Bukan Sekadar Main Gadget
Jum'at, 10 Juli 2026 - 16:56 WIB
Hamdi mengatakan inovasi merupakan kemampuan untuk menemukan hal-hal baru maupun menghadirkan cara-cara baru yang lebih efektif dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat. Menurutnya, inovasi bukan hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga mengenai bagaimana ilmu pengetahuan mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan.
"Esensi inovasi adalah kemampuan untuk menemukan hal-hal baru atau menghadirkan cara-cara baru yang lebih baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang dihasilkan di perguruan tinggi akan memiliki makna ketika mampu diterjemahkan menjadi solusi yang bermanfaat, dapat diterapkan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan," kata Hamdi.
Dijelaskannya, UI terus memperkuat ekosistem inovasi melalui Science Techno Park (STP) UI, yang berperan sebagai penghubung antara peneliti, industri, pemerintah,investor, dan masyarakat.
Menurutnya, STP UI menjadi katalis yang mempercepat proses transfer teknologi, hilirisasi riset, hingga komersialisasi inovasi sehingga hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia usaha.
"Science Techno Park Universitas Indonesia bukan sekadar ruang untuk menampilkan inovasi, tetapi merupakan ekosistem yang mempercepat perjalanan sebuah hasil riset menuju pemanfaatan nyata. Di sinilah kolaborasi dibangun, teknologi divalidasi, inovasi dikembangkan, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat," tutur dia.
Peluncuran aplikasi Maka menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan ekosistem inovasi mampu menghasilkan produk yang siap diterapkan. Model kolaborasi seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya Universitas Indonesia dalam memperkuat daya saing bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, Ph.D., menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi Maka merupakan salah satu bukti keberhasilan Universitas Indonesia dalam mendorong hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.
"Peluncuran aplikasi Maka menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata. Inovasi bukan sekadar menghasilkan teknologi baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Dalam konteks ini, aplikasi Maka menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sektor industri sekaligus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan adaptif bagi anak-anak," ujar Chairul.
"Esensi inovasi adalah kemampuan untuk menemukan hal-hal baru atau menghadirkan cara-cara baru yang lebih baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang dihasilkan di perguruan tinggi akan memiliki makna ketika mampu diterjemahkan menjadi solusi yang bermanfaat, dapat diterapkan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan," kata Hamdi.
Dijelaskannya, UI terus memperkuat ekosistem inovasi melalui Science Techno Park (STP) UI, yang berperan sebagai penghubung antara peneliti, industri, pemerintah,investor, dan masyarakat.
Menurutnya, STP UI menjadi katalis yang mempercepat proses transfer teknologi, hilirisasi riset, hingga komersialisasi inovasi sehingga hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia usaha.
"Science Techno Park Universitas Indonesia bukan sekadar ruang untuk menampilkan inovasi, tetapi merupakan ekosistem yang mempercepat perjalanan sebuah hasil riset menuju pemanfaatan nyata. Di sinilah kolaborasi dibangun, teknologi divalidasi, inovasi dikembangkan, hingga akhirnya dapat diadopsi oleh dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat," tutur dia.
Peluncuran aplikasi Maka menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan ekosistem inovasi mampu menghasilkan produk yang siap diterapkan. Model kolaborasi seperti ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya Universitas Indonesia dalam memperkuat daya saing bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, Ph.D., menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi Maka merupakan salah satu bukti keberhasilan Universitas Indonesia dalam mendorong hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun prototipe, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.
"Peluncuran aplikasi Maka menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata. Inovasi bukan sekadar menghasilkan teknologi baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna. Dalam konteks ini, aplikasi Maka menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sektor industri sekaligus memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya sebagai media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan adaptif bagi anak-anak," ujar Chairul.
Lihat Juga :