UI Ciptakan Pengalaman Digital Aman bagi Anak, Bukan Sekadar Main Gadget
Jum'at, 10 Juli 2026 - 16:56 WIB
Menurut Chairul, keberhasilan hilirisasi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan industri. Melalui Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT), Universitas Indonesia terus membangun ekosistem yang mempercepat proses transfer teknologi, pengelolaan kekayaan intelektual, kemitraan, hingga komersialisasi inovasi agar hasil penelitian dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang
berkelanjutan.
"Universitas Indonesia terus mendorong agar riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau prototipe, tetapi dapat melangkah menuju hilirisasi dan implementasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian mampu menjawab kebutuhan nyata, memberikan nilai tambah, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tutur dia.
Sebagai inventor utama aplikasi Maka, Muhammad Luthfi menjelaskan bahwa pengembangan inovasi ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran digital yang mampu mendukung proses belajar anak melalui pendekatan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berbasis hasil riset.
“Maka lahir dari keresahan kami terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital, namun tidak diikuti dengan pemanfaatan yang terarah. Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gadget, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang. Melalui Maka, kami ingin menghadirkan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang menyenangkan bagi anak, tetapi tetap memiliki tujuan stimulasi yang jelas dan berlandaskan pada kajian akademik,” ujar Muhammad Luthfi.
Ia menambahkan bahwa proses pengembangan aplikasi Maka melibatkan kolaborasi antara akademisi dan mitra industri sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna. Dukungan Universitas Indonesia melalui Program Pendidikan Vokasi, Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi, serta Science Techno Park UI menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi ini menuju tahap hilirisasi dan implementasi.
“Maka dikembangkan melalui proses kolaborasi antara akademisi dan mitra industri dengan menggabungkan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat di era digital. MAKA hadir bukan untuk menggantikan aktivitas bermain anak, namun untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, interaktif dan bermakna melalui pendekatan gamifikasi. Kami berharap agar karya inovasi ini dapat dimanfaatkan secara luas sebagai media pendukung pembelajaran serta stimulasi perkembangan anak,” ujar Muhammad Luthfi
berkelanjutan.
"Universitas Indonesia terus mendorong agar riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau prototipe, tetapi dapat melangkah menuju hilirisasi dan implementasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian mampu menjawab kebutuhan nyata, memberikan nilai tambah, serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tutur dia.
Sebagai inventor utama aplikasi Maka, Muhammad Luthfi menjelaskan bahwa pengembangan inovasi ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran digital yang mampu mendukung proses belajar anak melalui pendekatan yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berbasis hasil riset.
“Maka lahir dari keresahan kami terhadap semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi digital, namun tidak diikuti dengan pemanfaatan yang terarah. Tantangannya bukan lagi sekadar menjauhkan anak dari gadget, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, bermakna, dan mendukung proses tumbuh kembang. Melalui Maka, kami ingin menghadirkan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang menyenangkan bagi anak, tetapi tetap memiliki tujuan stimulasi yang jelas dan berlandaskan pada kajian akademik,” ujar Muhammad Luthfi.
Ia menambahkan bahwa proses pengembangan aplikasi Maka melibatkan kolaborasi antara akademisi dan mitra industri sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna. Dukungan Universitas Indonesia melalui Program Pendidikan Vokasi, Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi, serta Science Techno Park UI menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi ini menuju tahap hilirisasi dan implementasi.
“Maka dikembangkan melalui proses kolaborasi antara akademisi dan mitra industri dengan menggabungkan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat di era digital. MAKA hadir bukan untuk menggantikan aktivitas bermain anak, namun untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih terarah, interaktif dan bermakna melalui pendekatan gamifikasi. Kami berharap agar karya inovasi ini dapat dimanfaatkan secara luas sebagai media pendukung pembelajaran serta stimulasi perkembangan anak,” ujar Muhammad Luthfi
(dra)
Lihat Juga :