Karya Seni Pinggir Jalan yang Viral: Ketika Spanduk Pecel Lele Lamongan Curi Perhatian Gen Z di TikTok
Selasa, 14 Juli 2026 - 12:33 WIB
Video-video tersebut mendapat respons positif dari warganet. Banyak orang yang menggunakan TikTok mengatakan mereka merasa senang atau puas saat melihat proses menyapu kuas yang membuat warna-warna terang muncul perlahan. Banyak orang baru sadar bahwa semua gambar pada spanduk Lamongan dibuat dengan tangan secara manual, bukan dicetak dengan mesin.
Menurut Fajar, proses kreatif menjadi hal yang menarik karena bisa menunjukkan kemampuan yang sebelumnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
Saya ingin orang tahu bahwa membuat spanduk ini membutuhkan perhatian detail, pengalaman, dan kesabaran. "Bukan hanya mengilapkan kain, tetapi membentuk identitas sebuah usaha," ujarnya.
Selain menyenangkan, konten tersebut juga menjelaskan tentang filosofi desain spanduk Lamongan. Warna kuning terang, hijau stabilo, merah terang, hingga hitam pekat dipilih bukan tanpa alasan. Semua warna tersebut dibuat agar bisa memantulkan cahaya dari lampu toko dan tetap terlihat jelas oleh orang yang lewat di malam hari.
Ilustrasi ayam goreng, ikan lele, dan bebek juga dibuat dalam ukuran besar dengan detail yang membuatnya terlihat lezat. Tujuan utamanya adalah agar pembeli tertarik dan mendapat kesan bahwa makanan yang dijual enak dan lezat.
Fajar menjelaskan bahwa para pelukis spanduk tradisional sudah mengerti konsep itu jauh sebelum istilah desain komunikasi visual populer di kalangan masyarakat.
"Kami belajar dari pengalaman. Warna harus mencolok, gambar harus menarik, dan teks harus mudah dibaca dalam beberapa detik. "Semua itu penting agar orang yang lewat langsung tertarik untuk mampir," katanya.
Menurut Fajar, proses kreatif menjadi hal yang menarik karena bisa menunjukkan kemampuan yang sebelumnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
Saya ingin orang tahu bahwa membuat spanduk ini membutuhkan perhatian detail, pengalaman, dan kesabaran. "Bukan hanya mengilapkan kain, tetapi membentuk identitas sebuah usaha," ujarnya.
Selain menyenangkan, konten tersebut juga menjelaskan tentang filosofi desain spanduk Lamongan. Warna kuning terang, hijau stabilo, merah terang, hingga hitam pekat dipilih bukan tanpa alasan. Semua warna tersebut dibuat agar bisa memantulkan cahaya dari lampu toko dan tetap terlihat jelas oleh orang yang lewat di malam hari.
Ilustrasi ayam goreng, ikan lele, dan bebek juga dibuat dalam ukuran besar dengan detail yang membuatnya terlihat lezat. Tujuan utamanya adalah agar pembeli tertarik dan mendapat kesan bahwa makanan yang dijual enak dan lezat.
Fajar menjelaskan bahwa para pelukis spanduk tradisional sudah mengerti konsep itu jauh sebelum istilah desain komunikasi visual populer di kalangan masyarakat.
"Kami belajar dari pengalaman. Warna harus mencolok, gambar harus menarik, dan teks harus mudah dibaca dalam beberapa detik. "Semua itu penting agar orang yang lewat langsung tertarik untuk mampir," katanya.
Lihat Juga :