Ketika Kota Menjadi Kanvas, Pusaran Urban 6 Membaca Estetika Kehidupan Modern
Kamis, 23 Juli 2026 - 08:52 WIB
Melalui pendekatan interdisiplin seni rupa dan desain, seminar ini membedah proses estetika kota diproduksi, dikonsumsi, diperdebatkan, hingga disirkulasikan dalam kebudayaan. Praktik visual di ruang publik dan digital tidak hanya ditempatkan sebagai produk konsumsi, tetapi juga instrumen kritis untuk membaca perkembangan budaya kota modern.
Seminar dibuka oleh Dekan FSRD IKJ Dr. Adlien Fadlia, S.Sn., M.Ds. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni akademisi Sekolah Pascasarjana IKJ Dr. Martin Suryajaya, M.Hum., Chief Creative Officer Narrada Communications Adi S. Noegroho, peneliti budaya Felencia Hutabarat, serta Artistic Director Enin Supriyanto.
Diskusi dipandu oleh akademisi Sekolah Pascasarjana IKJ Wili Sandra, M.Hum.
Sebagai pembicara utama, Martin Suryajaya membawakan tema “Estetika sebagai Tindakan Warga Merawat Kota”. Pembahasannya berangkat dari tiga pertanyaan utama, yaitu bagaimana melihat warga berestetika, bagaimana seniman mengestetikakan kota, dan bagaimana warga merawat kota melalui tindakan estetis.
Pembahasan tersebut menempatkan estetika kota tidak hanya pada upaya membangun dan merawat keindahan. Kemacetan, polusi, ketidaknyamanan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat juga menjadi bagian dari pengalaman estetis warga.
Nilai estetika negatif dipandang sebagai data penting yang dapat menunjukkan adanya ketidakadilan ruang. Sementara itu, seni dapat menjadi cara bagi warga untuk mengklaim hak atas kota, bukan sekadar dekorasi urban, tetapi juga sarana partisipasi, resistensi, dan pertemuan sosial.
Seminar dibuka oleh Dekan FSRD IKJ Dr. Adlien Fadlia, S.Sn., M.Ds. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni akademisi Sekolah Pascasarjana IKJ Dr. Martin Suryajaya, M.Hum., Chief Creative Officer Narrada Communications Adi S. Noegroho, peneliti budaya Felencia Hutabarat, serta Artistic Director Enin Supriyanto.
Diskusi dipandu oleh akademisi Sekolah Pascasarjana IKJ Wili Sandra, M.Hum.
Sebagai pembicara utama, Martin Suryajaya membawakan tema “Estetika sebagai Tindakan Warga Merawat Kota”. Pembahasannya berangkat dari tiga pertanyaan utama, yaitu bagaimana melihat warga berestetika, bagaimana seniman mengestetikakan kota, dan bagaimana warga merawat kota melalui tindakan estetis.
Pembahasan tersebut menempatkan estetika kota tidak hanya pada upaya membangun dan merawat keindahan. Kemacetan, polusi, ketidaknyamanan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat juga menjadi bagian dari pengalaman estetis warga.
Nilai estetika negatif dipandang sebagai data penting yang dapat menunjukkan adanya ketidakadilan ruang. Sementara itu, seni dapat menjadi cara bagi warga untuk mengklaim hak atas kota, bukan sekadar dekorasi urban, tetapi juga sarana partisipasi, resistensi, dan pertemuan sosial.
Lihat Juga :