Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:52 WIB
Kurang tidur sering kali membuat seseorang menjadi lebih reaktif, mudah tersinggung, dan defensif. Foto/Healthy Sleep.
JAKARTA - Banyak orang mengira efek utama dari kurang tidur hanyalah rasa kantuk yang berat di siang hari. Namun, pemulihan tubuh yang tidak maksimal akibat kurang tidur rupanya bisa berdampak langsung pada kondisi emosional dan interaksi sosial seseorang.
Edukator sekaligus sleep coach terkemuka Indonesia, Vishal Dasani dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa kurang tidur sering kali membuat seseorang menjadi lebih reaktif, mudah tersinggung, hingga cenderung defensif saat berinteraksi dengan orang lain.
Baca juga: Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
"Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif," kata Vishal, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kondisi tubuh yang lelah akibat kurang istirahat berpengaruh langsung pada penurunan fungsi otak dalam mengolah emosi secara tenang. Hal ini membuat dorongan alami tubuh untuk memproses masukan dengan kepala dingin menjadi terhambat.
Edukator sekaligus sleep coach terkemuka Indonesia, Vishal Dasani dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa kurang tidur sering kali membuat seseorang menjadi lebih reaktif, mudah tersinggung, hingga cenderung defensif saat berinteraksi dengan orang lain.
Baca juga: Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
"Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif," kata Vishal, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kondisi tubuh yang lelah akibat kurang istirahat berpengaruh langsung pada penurunan fungsi otak dalam mengolah emosi secara tenang. Hal ini membuat dorongan alami tubuh untuk memproses masukan dengan kepala dingin menjadi terhambat.
Lihat Juga :