Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:52 WIB
“Masukan kecil terasa seperti serangan, komentar biasa terasa seperti kritik, orang kasih saran kamu langsung merasa perlu membela diri. Bahkan kadang, kamu jadi merasa paling benar dan susah menerima masukan," jelas dia.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres

Vishal menegaskan bahwa perubahan sikap ini bukan berarti seseorang memiliki kepribadian yang buruk, melainkan indikasi kuat bahwa sistem tubuh dan otak belum mendapatkan porsi pemulihan yang cukup.

"Saat tubuh belum cukup pulih, otak punya kapasitas yang lebih rendah untuk pause, mendengar, dan merespons dengan jernih. Jadi, ini bukan berarti kamu orangnya buruk, bisa jadi sistem tubuh kamu memang belum cukup pulih," tambah Vishal.

Untuk menyikapi hari-hari di mana kualitas tidur sedang buruk, Vishal membagikan beberapa panduan praktis agar emosi tidak merusak hubungan sosial maupun profesional:

1. Ambil Jeda dan Tunda Keputusan: Hindari langsung merespons situasi sulit atau mengambil keputusan besar saat emosi sedang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!