Latihan Pernapasan untuk Penyintas Covid-19

Selasa, 13 Oktober 2020 - 14:15 WIB
“Ini adalah teknik relaksasi yang terbaik yang saya tahu. Butuh beberapa waktu, tidak butuh alat, dan tanpa biaya apa pun. Anda harus mempraktikkannya dua kali sehari. Dengan terus berlatih, dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah, menyehatkan sistem pencernaan, membuat mudah tidur, dan mencegah kegelisahan,” papar Dr Weil dikutip dari medium.com. (Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sekolah di Jakarta Belum Bisa Terapkan Tatap Muka)

Teknik bernapas ini disebut juga pursed lip breathing (PLB), yakni teknik pernapasan dengan mengeluarkan napas melalui bibir yang mengerut (kerucut) dan bernapas melalui hidung dengan mulut tertutup. Tenaga medis seperti dokter, perawat, ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, hingga ahli terapi pernapasan mengajarkan teknik ini kepada pasien untuk meredakan sesak napas dan meningkatkan pernapasan dalam. Baik pernapasan diafragma, PLB, dan teknik bernapas yoga terbukti dapat meningkatkan fungsi paru. Ketiganya juga sudah terbukti menunjukkan peningkatan kemampuan bernapas pasien fibrosis paru, termasuk kemampuan untuk berjalan lebih jauh bagi pasien PPOK. (Lihat videonya: Kelompok Geng Motor di Medan Terjaring Razia Polisi)

Para ahli dari Loma Linda University di California merekomendasikan penyintas Covid-19 memulai latihan pernapasan segera setelah tidak lagi tergantung pada terapi oksigen atau tidak mengalami sesak napas. Sementara peneliti dari Kanada juga menganjurkan hal serupa. Latihan pernapasan ini disarankan 1–3 kali sehari selama 10 menit masing-masing (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!