6 Fakta Kesehatan Mental Para Vegan dan Vegetarian
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 15:22 WIB
3. PENYEBAB PENYAKIT, TAPI BISA JADI METODE PENYEMBUHAN
Foto: Unsplash
Menurut ahli gizi untuk atlet dan penderita orthoreksia, Renee McGregor, kliennya yang menderita orthoreksia atau anoreksia juga adalah seorang vegan. (Baca Juga: Dari Komedi sampai Drama Romantis, Genre Film Apa yang Paling Bagus untuk Kesehatan Kita? )
Vegan dianggap penyebab gangguan kesehatan tersebut. Friederike Barthels mengungkapkan bahwa meski begitu, vegan atau vegetarian juga bisa menjadi strategi untuk mengatasi masalah konsumsi makanan yang parah.
4. HARGA DIRI RENDAH, TAPI PENDUKUNG KESETARAAN SOSIAL
Foto: Unsplash
Penelitian yang dilakukan Nezlek JB dan tim dalam jurnal Ecology of Food and Nutrition, seorang vegetarian punya harga diri, penyesuaian psikologis, dan makna hidup yang lebih rendah daripada yang bukan vegetarian.
Namun, Mathew B. Ruby dalam Science Direct menemukan bahwa seorang vegetarian mendukung perlindungan dan kesetaraan sosial yang lebih tinggi dibanding yang bukan. Mereka juga lebih banyak menunjukkan ketidaksetujuan dengan aspek kekerasan dan hukuman mati.
5. STRES LEBIH TINGGI, TAPI EMPATI LEBIH BESAR
Foto: Unsplash
Menurut ahli gizi untuk atlet dan penderita orthoreksia, Renee McGregor, kliennya yang menderita orthoreksia atau anoreksia juga adalah seorang vegan. (Baca Juga: Dari Komedi sampai Drama Romantis, Genre Film Apa yang Paling Bagus untuk Kesehatan Kita? )
Vegan dianggap penyebab gangguan kesehatan tersebut. Friederike Barthels mengungkapkan bahwa meski begitu, vegan atau vegetarian juga bisa menjadi strategi untuk mengatasi masalah konsumsi makanan yang parah.
4. HARGA DIRI RENDAH, TAPI PENDUKUNG KESETARAAN SOSIAL
Foto: Unsplash
Penelitian yang dilakukan Nezlek JB dan tim dalam jurnal Ecology of Food and Nutrition, seorang vegetarian punya harga diri, penyesuaian psikologis, dan makna hidup yang lebih rendah daripada yang bukan vegetarian.
Namun, Mathew B. Ruby dalam Science Direct menemukan bahwa seorang vegetarian mendukung perlindungan dan kesetaraan sosial yang lebih tinggi dibanding yang bukan. Mereka juga lebih banyak menunjukkan ketidaksetujuan dengan aspek kekerasan dan hukuman mati.
5. STRES LEBIH TINGGI, TAPI EMPATI LEBIH BESAR
Lihat Juga :