Ternyata Uang Bukan Ukuran Kebahagiaan Saat Pandemi COVID-19
Kamis, 07 Mei 2020 - 15:15 WIB
Melihat kondisi saat ini, Honey memberikan beberapa saran agar kita tetap dapat bahagia saat pandemi COVID-19 dengan sudut pandang psikologi ekonomi. “Kita melihat uang sebagai alat untuk menjadi sesuatu bukan sebagai sumber kebahagiaan,” kata dia.
Honey berpendapat meluangkan waktu untuk keluarga juga dapat membantu kita mendapatkan kebahagiaan sekaligus menghemat pengeluaran.
“Kita perlu memiliki perspektif yang benar mengenai penggunaan uang dan mencari kebahagiaan jangka panjang yaitu eudaimonia,” kata dia.
Di sisi lain Taufik berpendapat, bahwa ketika ekonomi sedang baik, hal itu justru bisa membuat stres. “Meskipun kebutuhan dasar kita terpenuhi, masih saja kita belum puas. Kepuasan itu hal yang tidak akan bisa kita penuhi karena sifatnya hanya sesaat,” jelas dia.
Menurut dia, hal ini disebabkan oleh manusia yang selalu ingin lebih dan tidak pernah merasa cukup. “Kita akan bahagia kalau kita dapat membuat orang lain bahagia. Jadi bahagia dengan berbagi tanpa menjatuhkan orang lain,” kata dia.
Honey berpendapat meluangkan waktu untuk keluarga juga dapat membantu kita mendapatkan kebahagiaan sekaligus menghemat pengeluaran.
“Kita perlu memiliki perspektif yang benar mengenai penggunaan uang dan mencari kebahagiaan jangka panjang yaitu eudaimonia,” kata dia.
Di sisi lain Taufik berpendapat, bahwa ketika ekonomi sedang baik, hal itu justru bisa membuat stres. “Meskipun kebutuhan dasar kita terpenuhi, masih saja kita belum puas. Kepuasan itu hal yang tidak akan bisa kita penuhi karena sifatnya hanya sesaat,” jelas dia.
Menurut dia, hal ini disebabkan oleh manusia yang selalu ingin lebih dan tidak pernah merasa cukup. “Kita akan bahagia kalau kita dapat membuat orang lain bahagia. Jadi bahagia dengan berbagi tanpa menjatuhkan orang lain,” kata dia.
Lihat Juga :