Waspada! Konsumsi Gula Berlebih Selama Liburan Dapat Memicu Depresi

Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:07 WIB
Konsumsi gula yang tinggi selama liburan dapat memicu depresi. Hal ini berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di Universitas Kansas. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Konsumsi gula yang tinggi selama liburan dapat memicu depresi . Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang rentan terhadap penyakit mental harus mengendalikan asupan gula sepanjang tahun mereka.

Dilansir Times Now News, seiring dengan berkurangnya cahaya di musim dingin dan perubahan pola tidur yang sesuai, konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan mental. (Baca juga: 10 Inspirasi untuk Ciptakan Liburan Seru di Rumah )



"Bagi banyak orang, berkurangnya paparan sinar matahari selama musim dingin akan membuang ritme sirkadian, mengganggu tidur yang sehat dan mendorong lima hingga 10% populasi ke dalam episode depresi klinis yang penuh," kata rekan penulis studi Stephen Ilardi, yang juga merupakan profesor psikologi klinis Universitas Kansas.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Hypothesis ini, mencatat bahwa gejala depresi onset musim dingin ini dapat mendorong orang untuk mengkonsumsi lebih banyak permen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!