Tak Terima Presidennya Hina Nabi, Arie Untung Buang Koleksi Tas Mahal Prancis: Nggak Layak
Kamis, 29 Oktober 2020 - 08:52 WIB
"Emang bukan salah tas-tas ini, tapi biar dia tahu impact ekonomi yang dihasilkan atas penghinaan ini. Di muslim market brand Prancis sekarang value-nya langsung "murah". Kayak nggak ada hal lain yang lebih penting aja, yang lebih manfaat untuk dibahas," sambung Arie.
Momen ini, ujar Arie, bisa sekalian membuka kesempatan untuk menaikkan produk lokal. Ketimbang membeli barang asal luar negeri, lebih baik membelanjakan uang untuk memutar roda ekonomi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri.
(Baca Juga: Senangnya Ranty Maria, Sinetron "Putri untuk Pangeran" Masuk Episode 200 )
"Sekalian untuk naikin ekonomi kita, mending pakai produk dalam negeri aja yuk. UKM banyak yang bagus, yang harganya memang lebih murah, tapi value-nya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal," katanya.
Meski tak terima atas sikap Presiden Macron, Arie tetap mengajak para pengikutnya di Instagram untuk tidak membalas perlakuan sang pemimpin Prancis itu. Sebaliknya, sikap sabar harus dikedepankan dan tetap hidup damai berdampingan dengan mereka yang memiliki keyakinan berbeda.
Momen ini, ujar Arie, bisa sekalian membuka kesempatan untuk menaikkan produk lokal. Ketimbang membeli barang asal luar negeri, lebih baik membelanjakan uang untuk memutar roda ekonomi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam negeri.
(Baca Juga: Senangnya Ranty Maria, Sinetron "Putri untuk Pangeran" Masuk Episode 200 )
"Sekalian untuk naikin ekonomi kita, mending pakai produk dalam negeri aja yuk. UKM banyak yang bagus, yang harganya memang lebih murah, tapi value-nya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal," katanya.
Meski tak terima atas sikap Presiden Macron, Arie tetap mengajak para pengikutnya di Instagram untuk tidak membalas perlakuan sang pemimpin Prancis itu. Sebaliknya, sikap sabar harus dikedepankan dan tetap hidup damai berdampingan dengan mereka yang memiliki keyakinan berbeda.
(tsa)
Lihat Juga :