Deteksi Dini Penting untuk Antisipasi Diabetes
Kamis, 05 November 2020 - 10:40 WIB
Deteksi dini penting untuk menghindari diabetes. Foto/IST
JAKARTA -
Sampai saat ini diabetes masih menjadi ancaman di Indonesia. Selain penerapan gaya hidup sehat, deteksi dini juga dangat penting. Meski umumnya tidak menimbulkan gejala. Karena itu disarankan agar prediabetes memantau status kesehatannya agar dapat terdiagnosa lebih cepat dan mendapat penanganan dini. “Deteksini dini sangat penting,” imbuh Executive Board Member IDF Western Pacific Region ini. Dia paham betul bahwa ancaman komplikasi diabetes.
Dibenarkan oleh Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, prediabetes harus sudah mulai memperhatikan pola makannya. “Saat pre diabetes, harus diintervensi pola makannya. Juga, gaya hidup dan olahraganya,” ucap Prof. Suastika.
Masalahnya, 2/3 penyandangnya tak sadar memiliki diabetes. Tak heran, penyakit ini dijuluki sebagai the sillent killer atau pembunuh senyap. “Olahraga tidak boleh ditinggalkan walau pandemi. Saya saja bersepeda statis di rumah satu jam,” imbuh Prof. Suastika.
Sampai saat ini diabetes masih menjadi ancaman di Indonesia. Selain penerapan gaya hidup sehat, deteksi dini juga dangat penting. Meski umumnya tidak menimbulkan gejala. Karena itu disarankan agar prediabetes memantau status kesehatannya agar dapat terdiagnosa lebih cepat dan mendapat penanganan dini. “Deteksini dini sangat penting,” imbuh Executive Board Member IDF Western Pacific Region ini. Dia paham betul bahwa ancaman komplikasi diabetes.
Dibenarkan oleh Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, prediabetes harus sudah mulai memperhatikan pola makannya. “Saat pre diabetes, harus diintervensi pola makannya. Juga, gaya hidup dan olahraganya,” ucap Prof. Suastika.
Masalahnya, 2/3 penyandangnya tak sadar memiliki diabetes. Tak heran, penyakit ini dijuluki sebagai the sillent killer atau pembunuh senyap. “Olahraga tidak boleh ditinggalkan walau pandemi. Saya saja bersepeda statis di rumah satu jam,” imbuh Prof. Suastika.
Lihat Juga :