Sejak Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berpuasa
Senin, 11 Mei 2020 - 11:45 WIB
Dr Cut menyarankan bagi orang tua yang menginginkan anaknya belajar berpuasa, maka bisa dicoba untuk berpuasa dari makanan padat terlebih dahulu. Namun, izinkan mereka tetap minum air untuk menghindari kekurangan cairan, terutama bila cuaca panas. "Anda dapat memulai mengajak anak Anda berpuasa selama 6 jam, misal berpuasa sejak bangun pagi hingga jam 12 siang. Dengan pola seperti ini, anak belajar menahan lapar dari makanan yang sehari-hari dimakan," kata dr Cut.
Selanjutnya orang tua dapat mulai mengajarinya untuk menahan haus. Umumnya anak masih dapat menoleransi tidak minum air selama 2-4 jam. (Baca juga: Bolehkah Memberi Anak Hadiah Agar Mau Berpuasa?)
Dari kacamata psikolog, psikolog klinis dari rumah Dandelion Nadya Pramesrani MPsi mengatakan, untuk menentukan anak sudah siap berlatih berpuasa adalah dengan melihat kemampuan anak sendiri.
Orang tua bisa bertanya kepada sang buah hati, apakah ia sudah mau mencoba berpuasa. “Bila jawabannya, iya mau, maka tinggal kita lihat sejauh mana ia sanggup atau mau mencoba. Misalnya ada yang mau sahur saja tapi ga ikut puasa atau ikut buka (puasa) saja, tidak apa karena di sini tujuannya memang perkenalan saja,” urai Nadya. Dengan begitu, anak masih berada dalam tahap belajar.
Dari sini jika terus dibiasakan, maka kesanggupan anak akan bertambah. Misalnya dari yang hanya sahur, mencoba untuk setengah hari sampai akhirnya menuntaskan puasanya tanpa paksaan. Ya, perkara mengajarkan anak berpuasa boleh dibilang susah-susah gampang. Sebut saja membangunkan anak yang sedang terlelap tidur untuk sahur, tidak tahan lapar dan haus, malas beraktivitas lantaran berpuasa, belum lagi harus membujuknya dengan berbagai reward jika ia berhasil menjaga puasanya. Sederet hal ini menjadi tantangan yang harus ditaklukkan orang tua. Meski begitu hal ini sudah menjadi kewajiban orang tua dalam hal mendidik anak. (Sri Noviarni)
Selanjutnya orang tua dapat mulai mengajarinya untuk menahan haus. Umumnya anak masih dapat menoleransi tidak minum air selama 2-4 jam. (Baca juga: Bolehkah Memberi Anak Hadiah Agar Mau Berpuasa?)
Dari kacamata psikolog, psikolog klinis dari rumah Dandelion Nadya Pramesrani MPsi mengatakan, untuk menentukan anak sudah siap berlatih berpuasa adalah dengan melihat kemampuan anak sendiri.
Orang tua bisa bertanya kepada sang buah hati, apakah ia sudah mau mencoba berpuasa. “Bila jawabannya, iya mau, maka tinggal kita lihat sejauh mana ia sanggup atau mau mencoba. Misalnya ada yang mau sahur saja tapi ga ikut puasa atau ikut buka (puasa) saja, tidak apa karena di sini tujuannya memang perkenalan saja,” urai Nadya. Dengan begitu, anak masih berada dalam tahap belajar.
Dari sini jika terus dibiasakan, maka kesanggupan anak akan bertambah. Misalnya dari yang hanya sahur, mencoba untuk setengah hari sampai akhirnya menuntaskan puasanya tanpa paksaan. Ya, perkara mengajarkan anak berpuasa boleh dibilang susah-susah gampang. Sebut saja membangunkan anak yang sedang terlelap tidur untuk sahur, tidak tahan lapar dan haus, malas beraktivitas lantaran berpuasa, belum lagi harus membujuknya dengan berbagai reward jika ia berhasil menjaga puasanya. Sederet hal ini menjadi tantangan yang harus ditaklukkan orang tua. Meski begitu hal ini sudah menjadi kewajiban orang tua dalam hal mendidik anak. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :