Studi: Minyak Zaitun Miliki Efek Rasa Kenyang yang Besar

Sabtu, 05 Desember 2020 - 01:11 WIB
Hasilnya meyakinkan. Di mana asupan kalori kelompok minyak zaitun tetap sama, tetapi kelompok kontrol mengonsumsi ekstra 176 kilokalori per hari. Kelompok aroma menyesuaikan kebiasaan makan mereka, tetapi peserta kelompok kontrol jelas tidak dapat melakukan hal yang sama. Peneliti juga menemukan dibandingkan dengan kelompok lain, kelompok kontrol memiliki lebih sedikit hormon kenyang serotonin dalam darah mereka.

Berapa lama rasa kenyang berlangsung setelah makan tergantung pada sejumlah faktor, tetapi kadar gula darah sangat signifikan. Semakin cepat jatuh, artinya, semakin cepat sel somatik menyerap glukosa dari darah, semakin cepat orang tersebut akan mulai merasa lapar lagi. Pada bagian selanjutnya dari studi ini, para peneliti menyelidiki zat aroma mana yang ada dalam minyak yang paling efektif dalam menghambat penyerapan glukosa.

Para peneliti menggunakan minyak zaitun dari Spanyol, Yunani, Italia, dan Australia untuk penelitian mereka. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi dua zat yang mengurangi penyerapan glukosa dari darah di sel hati, Hexanal dan E2-Hexenal. Mereka juga menemukan bahwa minyak zaitun Italia mengandung dua senyawa aroma dalam jumlah yang lebih besar.

(Baca juga: Hindari Asupan Ini Bisa Kurangi Nyeri saat Menstruasi )

"Penemuan kami menunjukkan bahwa aroma mampu mengatur rasa kenyang. Kami berharap pekerjaan ini akan membuka jalan bagi pengembangan produk makanan rendah lemak yang lebih efektif dan tetap mengenyangkan," tutup Prof. Schieberle.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!