Svadara Indonesia Gelar Pertunjukan Virtual Adat Karo PUSUH

Jum'at, 11 Desember 2020 - 01:07 WIB
"Melalui karya ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tetap peduli dengan tradisi di tanah kelahiran masing-masing. Perkembangan zaman tentu tak mengharuskan kita untuk mengenakan atribut tersebut, namun kita tetap perlu menjaga kelestariannya," kata Syafrizal melalui siaran pers, Kamis (10/12).

Sebagai sanggar yang beraktivitas di Jakarta, Svadara memiliki alasan tersendiri kenapa mengangkat kisah suku adat Karo. “Jakarta memiliki keistimewaan sendiri sehingga banyak perantau yang datang. Anggota sanggar kami juga banyak dari kalangan perantau. Di sanggar Svadara Indonesia, kami bertukar ilmu tentang seni tradisi masing-masing. Misi kami adalah untuk menjaga kelestarian seni tradisi di Indonesia dan ikut berkontribusi dalam pengembangan di bidang seni tari,” ujar Farah Aini, Founder Svadara Indonesia.

Farah menambahkan, alasan mengangkat kisah tentang suku adat Karo adalah untuk memperkaya referensi tentang seni tradisi bagi anggota dan masyarakat. Umumnya kita mengenal suku Batak , padahal suku Batak layaknya suku Jawa, beragam jenisnya. Ada suku Batak Karo, Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Simalungun, dan Batak Angkola. Tiap suku memiliki budaya dan tradisi masing-masing.

(Baca Juga: Buku Crisis Public Relations, Mengatasi Krisis Reputasi dengan Pendekatan Populer )

Dalam pembuatan "PUSUH", Svadara Indonesia mengundang Co An Peryanto Purba dan seniman perwakilan daerah Karo di Anjungan Sumatera Utara TMII sebagai narasumber mengenai seni tradisi suku adat Karo. Di awal proses, Co An memberikan materi workshop seputar seni tari dan musik Karo. Selanjutnya, penata tari dan penata musik mulai mengimplementasikan materi workshop dalam bentuk karya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!