Memberikan Rasa Aman Bagi Pengunjung, Rumah Atsiri di Tawangmangu Terapkan CHSE
Senin, 14 Desember 2020 - 12:00 WIB
"Awalnya bangunan Rumah Atsiri ini bekas pabrik penyulingan Citronella pada zaman Presiden Soekarno tahun 1963, hasil kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Bulgaria pasca kemerdekaan," kata Raka selaku educator kepada SINDOnews saat program Perjalanan Wisata Pengenalan Destinasi Prioritas Pasar Domestik Nusantara kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Garuda Indonesia, di Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Rabu (9/12).
Tanpa mengubah struktur asli bangunan utama yang dirancang tim dari Bulgaria, Rumah Atsiri Indonesia didirikan dilahan seluas 5 hektar dengan fasilitas yang mendukung program penelitian, pelatihan, dan edukasi tentang produk olahan dari minyak atsiri. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan aromatic garden, museum Rumah Atsiri, kids lab, merchandise shop, Rumah Atsiri essence dan mice.
Di Rumah Atsiri, pengunjung dapat melihat 103 jenis tanaman aromatik yang dibudidayakan, mendalami sejarah minyak atsiri di dunia dan inovasi alat penyulingannya dari masa ke masa, dan belajar tentang cara membuat essential oil di Learning Hubs. Selain itu ada juga fasilitas pendukung lainnya seperti akomodasi, restoran, dan function hall. Rumah Atsiri juga menawarkan paket tur untuk kunjungan grup maupun acara perusahaan.
"Tadinya ini (Rumah Atsiri) pabrik penyulingan terbesar di Asia. Tembok, lantai masih dipertahankan dari Bulgaria. 95% tanaman atsiri dari Indonesia," jelas Raka.
Saat ini, terdapat 29 jenis essential oils yang diproduksi Rumah Atsiri. Tanaman aromatik java rosemary, lemongrass (serai), dan patchouli (nilam) merupakan jenis tanaman yang tumbuh sangat subur di Indonesia, sehingga menjadi produk minyak atsiri unggulan dan banyak diminati pelanggan dari Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Tanpa mengubah struktur asli bangunan utama yang dirancang tim dari Bulgaria, Rumah Atsiri Indonesia didirikan dilahan seluas 5 hektar dengan fasilitas yang mendukung program penelitian, pelatihan, dan edukasi tentang produk olahan dari minyak atsiri. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan aromatic garden, museum Rumah Atsiri, kids lab, merchandise shop, Rumah Atsiri essence dan mice.
Di Rumah Atsiri, pengunjung dapat melihat 103 jenis tanaman aromatik yang dibudidayakan, mendalami sejarah minyak atsiri di dunia dan inovasi alat penyulingannya dari masa ke masa, dan belajar tentang cara membuat essential oil di Learning Hubs. Selain itu ada juga fasilitas pendukung lainnya seperti akomodasi, restoran, dan function hall. Rumah Atsiri juga menawarkan paket tur untuk kunjungan grup maupun acara perusahaan.
"Tadinya ini (Rumah Atsiri) pabrik penyulingan terbesar di Asia. Tembok, lantai masih dipertahankan dari Bulgaria. 95% tanaman atsiri dari Indonesia," jelas Raka.
Saat ini, terdapat 29 jenis essential oils yang diproduksi Rumah Atsiri. Tanaman aromatik java rosemary, lemongrass (serai), dan patchouli (nilam) merupakan jenis tanaman yang tumbuh sangat subur di Indonesia, sehingga menjadi produk minyak atsiri unggulan dan banyak diminati pelanggan dari Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Lihat Juga :