Virus Corona Bermutasi Lebih Lambat Dibanding Influenza, WHO Sebut Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin
Rabu, 23 Desember 2020 - 10:15 WIB
Baca juga : Seks Baik untuk Kesehatan, Berapa Lama Idealnya Dilakukan?
“Dan sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan dan sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan, atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap itu akan terus terjadi," lanjutnya.
Pejabat WHO menegaskan kembali bahwa para pejabat dari Inggris telah mengatakan strain baru itu bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus asli. Dr Mike Ryan selaku direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, memaparkan, bahwa tidak jelas apakah peningkatan penyebaran di Inggris disebabkan oleh mutasi atau perilaku manusia.
“Kami telah melihat perkiraan peningkatan kecil dalam jumlah reproduksi oleh Inggris,” papar Dr Ryan.
Ini berarti virus menyebar lebih cepat, lebih mudah menular atau menyebar lebih mudah di bulan-bulan yang lebih dingin. Itu juga bisa berarti orang-orang menjadi lalai dalam mengikuti protokol kesehatan masyarakat. “Masih harus dilihat seberapa banyak hal itu disebabkan oleh perubahan genetik spesifik pada strain baru. Saya mencurigai beberapa," sambung Dr Ryan.
“Dan sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan dan sejumlah mutasi, tidak ada yang memberi dampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan, atau vaksin yang sedang dikembangkan, dan orang berharap itu akan terus terjadi," lanjutnya.
Pejabat WHO menegaskan kembali bahwa para pejabat dari Inggris telah mengatakan strain baru itu bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus asli. Dr Mike Ryan selaku direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, memaparkan, bahwa tidak jelas apakah peningkatan penyebaran di Inggris disebabkan oleh mutasi atau perilaku manusia.
“Kami telah melihat perkiraan peningkatan kecil dalam jumlah reproduksi oleh Inggris,” papar Dr Ryan.
Ini berarti virus menyebar lebih cepat, lebih mudah menular atau menyebar lebih mudah di bulan-bulan yang lebih dingin. Itu juga bisa berarti orang-orang menjadi lalai dalam mengikuti protokol kesehatan masyarakat. “Masih harus dilihat seberapa banyak hal itu disebabkan oleh perubahan genetik spesifik pada strain baru. Saya mencurigai beberapa," sambung Dr Ryan.
Lihat Juga :