Studi: Berenang Dapat Bantu Cegah Penyakit Kardiovaskular
Rabu, 23 Desember 2020 - 18:28 WIB
Studi ini melibatkan 80 orang yang berusia di atas 55 tahun dengan tekanan darah normal dan tanpa kondisi klinis yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes. Peneliti menghindari perekrutan orang yang secara teratur melakukan olahraga intensitas tinggi, seperti crossfit. Ini untuk memastikan bahwa semua pola olahraga yang bandingkan semirip mungkin, dan karena latihan intensitas tinggi bisa sulit dilakukan di dalam air.
Peserta berolahraga rata-rata empat kali seminggu, setidaknya selama enam bulan. Peneliti membandingkan orang-orang yang olahraga di dalam air dengan mereka yang olahraga di gym atau mengikuti kelas olahraga, dan mereka yang melakukan campuran dari kedua jenis olahraga tersebut. Peneliti juga membandingkan data ini dengan kelompok referensi yang tidak berolahraga sama sekali.
Seperti dilansir The Independent, Rabu (23/12), untuk melihat efek olahraga terhadap kesehatan jantung, peneliti mengukur seberapa efisien lapisan vena dalam (endotel) dari vena kecil dan arteri besar mereka. Endotelium sangat penting untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia berapa pun.
Peneliti menemukan bahwa ketiga mode olahraga menawarkan manfaat serupa untuk arteri dan vena kecil. Mekanisme di balik temuan ini tidak terlalu jelas. Namun, kemungkinan ini karena olahraga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh. Ini adalah komponen kunci untuk menjaga fungsi endotel di vena kecil dan arteri. Jadi, semakin besar produksi oksida nitrat, semakin baik arteri dan vena kecil dapat bekerja.
Fungsi endotel untuk kelompok olahraga juga secara signifikan lebih baik daripada fungsi pada kelompok tidak aktif. Ini menunjukkan bahwa untuk lansia, semua olahraga memainkan peran penting dalam melindungi dari penyakit kardiovaskular, baik dilakukan di dalam atau di luar air.
Peserta berolahraga rata-rata empat kali seminggu, setidaknya selama enam bulan. Peneliti membandingkan orang-orang yang olahraga di dalam air dengan mereka yang olahraga di gym atau mengikuti kelas olahraga, dan mereka yang melakukan campuran dari kedua jenis olahraga tersebut. Peneliti juga membandingkan data ini dengan kelompok referensi yang tidak berolahraga sama sekali.
Seperti dilansir The Independent, Rabu (23/12), untuk melihat efek olahraga terhadap kesehatan jantung, peneliti mengukur seberapa efisien lapisan vena dalam (endotel) dari vena kecil dan arteri besar mereka. Endotelium sangat penting untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia berapa pun.
Peneliti menemukan bahwa ketiga mode olahraga menawarkan manfaat serupa untuk arteri dan vena kecil. Mekanisme di balik temuan ini tidak terlalu jelas. Namun, kemungkinan ini karena olahraga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh. Ini adalah komponen kunci untuk menjaga fungsi endotel di vena kecil dan arteri. Jadi, semakin besar produksi oksida nitrat, semakin baik arteri dan vena kecil dapat bekerja.
Fungsi endotel untuk kelompok olahraga juga secara signifikan lebih baik daripada fungsi pada kelompok tidak aktif. Ini menunjukkan bahwa untuk lansia, semua olahraga memainkan peran penting dalam melindungi dari penyakit kardiovaskular, baik dilakukan di dalam atau di luar air.
Lihat Juga :