Badan Kesehatan Uni Eropa Akhirnya Setujui Penggunaan Vaksin Moderna
Jum'at, 08 Januari 2021 - 14:00 WIB
Tidak seperti vaksim umumnya, vaksin jenis ini bekerja dengan mengajari sel tubuh cara membuat protein yang kemudian memicu respons imun di dalam tubuh.
Baca juga : Merasa Lapar saat Berolahraga, Hindari Makanan Berat dan Berkadar Gula
Respons imun itu diharapkan dapat menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi saat virus memasuki tubuh. Vaksin mRNA tidak mengandung virus corona, ini artinya vaksin tersebut tidak bisa menyebabkan infeksi.Uni Eropa secara resmi memulai memberikan vaksin Pfizer-BioNTech pada 27 Desember 2020,
Tapi kecepatan pemberian vaksin diantara negara tentulah tidak sama. Perancis misalnya, telah memberi vaksin pada sekira 500 orang penduduknya di minggu pertama. Sementara Jerman jumlahnya lebih banyak. Negara ini sudah menyuntik 200.000 penduduknya. Adapun Belanda baru memulai langkah ini. Sri noviarni
Baca juga : Merasa Lapar saat Berolahraga, Hindari Makanan Berat dan Berkadar Gula
Respons imun itu diharapkan dapat menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi saat virus memasuki tubuh. Vaksin mRNA tidak mengandung virus corona, ini artinya vaksin tersebut tidak bisa menyebabkan infeksi.Uni Eropa secara resmi memulai memberikan vaksin Pfizer-BioNTech pada 27 Desember 2020,
Tapi kecepatan pemberian vaksin diantara negara tentulah tidak sama. Perancis misalnya, telah memberi vaksin pada sekira 500 orang penduduknya di minggu pertama. Sementara Jerman jumlahnya lebih banyak. Negara ini sudah menyuntik 200.000 penduduknya. Adapun Belanda baru memulai langkah ini. Sri noviarni
(wur)
Lihat Juga :