Mitos atau Fakta, Minum Kopi Bisa Hindari Diabetes Tipe 2
Jum'at, 15 Mei 2020 - 11:18 WIB
Menurutnya, Hasil temuan timnya menunjukkan bahwa kopi yang telah disaring memiliki efek positif dalam hal mengurangi risiko diabetes tipe 2. Tetapi kopi rebus tidak memiliki manfaat tersebut.
Landberg menjelaskan, Dengan penggunaan biomarker, para peneliti dapat melihat bahwa orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi yang disaring sehari memiliki risiko 60 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 daripada orang yang minum kurang dari satu cangkir kopi yang disaring setiap harinya.
“Konsumsi kopi yang direbus tidak memiliki efek pada penurunan risiko diabetes dalam penelitian ini. Sementara itu, untuk membedakana efek dari kopi yang direbus dan disaring, digunakan teknik baru yang disebut metabolomik,” papar Lundberg.
Ia menuturkan, Metabolomik adalah alat yang fantastis, tidak hanya untuk menangkap asupan makanan dan minuman tertentu, alat ini juga bisa mempelajari efek dari asupan terhadap metabolisme manusia.
“Kita dapat memperoleh informasi penting tentang mekanisme di balik bagaimana makanan tertentu memengaruhi risiko penyakit," kata penulis utama penelitian, Lin Shi.
Landberg menjelaskan, Dengan penggunaan biomarker, para peneliti dapat melihat bahwa orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi yang disaring sehari memiliki risiko 60 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 daripada orang yang minum kurang dari satu cangkir kopi yang disaring setiap harinya.
“Konsumsi kopi yang direbus tidak memiliki efek pada penurunan risiko diabetes dalam penelitian ini. Sementara itu, untuk membedakana efek dari kopi yang direbus dan disaring, digunakan teknik baru yang disebut metabolomik,” papar Lundberg.
Ia menuturkan, Metabolomik adalah alat yang fantastis, tidak hanya untuk menangkap asupan makanan dan minuman tertentu, alat ini juga bisa mempelajari efek dari asupan terhadap metabolisme manusia.
“Kita dapat memperoleh informasi penting tentang mekanisme di balik bagaimana makanan tertentu memengaruhi risiko penyakit," kata penulis utama penelitian, Lin Shi.
Lihat Juga :