Studi: Infeksi Covid-19 Beri Kekebalan Setidaknya Selama Lima Bulan
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:11 WIB
Mereka juga memperingatkan bahwa orang dengan kekebalan alami yang didapat melalui infeksi, masih dapat membawa virus corona baru di hidung dan tenggorokan mereka, serta tanpa disadari dapat menularkannya.
"Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang, tetapi ini tidak total dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan," kata Susan Hopkins, penasihat medis senior di PHE dan co-leader studi tersebut, yang temuannya dipublikasikan pada Kamis lalu.
"Ini berarti bahkan jika Anda yakin Anda sudah mengidap penyakit dan terlindungi, Anda dapat diyakinkan bahwa sangat kecil kemungkinannya akan mengembangkan infeksi parah. Tetapi masih ada risiko dapat terinfeksi dan menularkannya ke orang lain," lanjutnya.
Sebuah pernyataan dalam studi tersebut menyebutkan jika temuannya tidak membahas antibodi atau tanggapan kekebalan lainnya terhadap vaksin yang sekarang sedang diluncurkan untuk melawan Covid-19, atau tentang seberapa efektif vaksin itu. Tanggapan vaksin akan dipertimbangkan akhir tahun ini, katanya.
Penelitian, yang dikenal sebagai studi SIREN, melibatkan puluhan ribu petugas kesehatan di Inggris yang telah dites secara teratur sejak Juni untuk mengetahui infeksi baru Covid-19 serta keberadaan antibodi.
"Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang, tetapi ini tidak total dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan," kata Susan Hopkins, penasihat medis senior di PHE dan co-leader studi tersebut, yang temuannya dipublikasikan pada Kamis lalu.
"Ini berarti bahkan jika Anda yakin Anda sudah mengidap penyakit dan terlindungi, Anda dapat diyakinkan bahwa sangat kecil kemungkinannya akan mengembangkan infeksi parah. Tetapi masih ada risiko dapat terinfeksi dan menularkannya ke orang lain," lanjutnya.
Sebuah pernyataan dalam studi tersebut menyebutkan jika temuannya tidak membahas antibodi atau tanggapan kekebalan lainnya terhadap vaksin yang sekarang sedang diluncurkan untuk melawan Covid-19, atau tentang seberapa efektif vaksin itu. Tanggapan vaksin akan dipertimbangkan akhir tahun ini, katanya.
Penelitian, yang dikenal sebagai studi SIREN, melibatkan puluhan ribu petugas kesehatan di Inggris yang telah dites secara teratur sejak Juni untuk mengetahui infeksi baru Covid-19 serta keberadaan antibodi.
Lihat Juga :