Penggunaan Steroid pada Pasien Autoimun Tingkatkan Infeksi Covid-19 Berat

Jum'at, 22 Januari 2021 - 23:08 WIB
Pasien autoimun memang diresepkan obat imunosupresan yang berfungsi mengurangi produksi sitokin-sitokin yang menyebabkan inflamasi. Ini membantu menjaga kerusakan jaringan serendah mungkin. Imunosupresan juga mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh dengan cara mempengaruhi cara kerja sel darah putih.

Mengingat penyakit autoimun menyerang sel-sel sehat. Risiko terinfeksi yang berat, disebutkan oleh dr. Suryo lebih disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor usia, obesitas, komorbid atau adanya penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, paru), dan penggunaan steroid, salah satu obat imunosupresan, dengan dosis tinggi.

Baca juga: Arya Saloka dan Amanda Manopo Pasrah Lakukan Adegan Ciuman di Ikatan Cinta

“Misalnya saja Metilpredinosolon lebih dari 8 miligram per hari. Makanya untuk steroid dosisnya bisa diturunkan bertahap sesuai anjuran dokter. Jangan pernah mengubah dosis atau menghentikan pengobatan sendiri,” ingatnya.

Bila tidak ada keluhan, obat dapat dilanjutkan sesuai anjuran dokter. Namun bilapun tidak ada keluhan tapi ada kontak erat dengan positif Covid-19, dr. Suryo menyarankan untuk memastikan status infeksi, dan obat-obatan seperti steroid penggunannya dikonsultasikan dulu dengan dokter apakah akan dilanjutkan, dihentikan, atau dikurangi dosisnya.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!