Gurih Pedas Cabuk Rambak Bu Yanti Pasar Gede Solo
Sabtu, 16 Mei 2020 - 13:16 WIB
Jika belum puas, kupat dapat dioles lebih banyak bumbu yang telah dimasukkan di dalam pincuk. Cabuk rambak juga dapat dibungkus dan dibawa pulang jika ingin dinikmati di rumah bersama keluarga. Penikmat Cabuk Rambak Bu Yanti berasal dari berbagai kalangan. “Biasanya dari luar kota yang penasaran dengan cabuk rambak atau yang kangen dengan makanan khas Solo,” ungkapnya.
Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa masih menjabat Wali Kota Solo, pernah menikmati cabuk rambak dagangannya ketika masih berjualan di Galabo. Hotel-hotel di Kota Solo juga sering memesan sekitar 100 porsi. Pesanan juga sering datang dari Balai Kota Solo. Untuk hari biasa, cabuk rambak dagangannya laku 80 porsi, sedangkan pada hari Minggu bisa mencapai 100 porsi dan bahkan lebih. Dirinya mulai berjualan sekitar pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. (Baca juga: Perkedel Tahu untuk Lauk dan Cemilan Buka Puasa)
Namun, sering kali pulang lebih cepat karena dagangan telah habis. Ia juga menyediakan bumbu yang telah dikemas. “Bumbunya tahan lama, bisa sampai 1 minggu,” ungkap pedagang asal Baki, Sukoharjo ini. Selain menikmati di tempat, para pelancong biasanya juga membeli bumbunya. Ketika di rumah, tinggal dicarikan kupat dan bumbu diencerkan dengan air. (Ary Wahyu Wibowo)
Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa masih menjabat Wali Kota Solo, pernah menikmati cabuk rambak dagangannya ketika masih berjualan di Galabo. Hotel-hotel di Kota Solo juga sering memesan sekitar 100 porsi. Pesanan juga sering datang dari Balai Kota Solo. Untuk hari biasa, cabuk rambak dagangannya laku 80 porsi, sedangkan pada hari Minggu bisa mencapai 100 porsi dan bahkan lebih. Dirinya mulai berjualan sekitar pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. (Baca juga: Perkedel Tahu untuk Lauk dan Cemilan Buka Puasa)
Namun, sering kali pulang lebih cepat karena dagangan telah habis. Ia juga menyediakan bumbu yang telah dikemas. “Bumbunya tahan lama, bisa sampai 1 minggu,” ungkap pedagang asal Baki, Sukoharjo ini. Selain menikmati di tempat, para pelancong biasanya juga membeli bumbunya. Ketika di rumah, tinggal dicarikan kupat dan bumbu diencerkan dengan air. (Ary Wahyu Wibowo)
(ysw)
Lihat Juga :