Kontribusi Atasi Pandemi, Peneliti Ditantang Kembangkan Sel Punca sebagai Terapi COVID-19
Minggu, 31 Januari 2021 - 14:04 WIB
Dikatakan Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp.OT(K) selaku Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada COVID-19 Derajat Berat, Ketua PABOI Jateng serta Ka.KSM Orthopaedi Traumatology RSUD Dr Moewardi, MSC untuk beregenerasi dan berdiferensiasi membuat sel punca menjadi agen terapeutik yang menjanjikan untuk COVID-19. Berbagai studi mulai menarik perhatian ilmuwan dunia untuk menjadikan MSC sebagai standar terapi kasus COVID-19.
“Dengan dukungan dari para ahli, ilmuwan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” kata dr. Bintang dalam Webinar Ristek BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021, belum lama ini.
Sementara itu Yulius Setiady Ph.D - Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics mengatakan, penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks, dan usaha yang keras.
“Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan,” kata Yulius.
Bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kalbe telah membuka penerimaan proposal penelitian yang nantinya diseleksi oleh dewan Juri RKSA 2021 untuk diberikan dana penelitian. Program RKSA 2021 merupakan program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science. Dana penelitian akan diberikan kepada proposal terbaik yang telah dipilih oleh Dewan Juri RKSA 2021 dan diharapkan hasil penelitian tersebut dapat mencapai proses hilirisasi untuk menjadi produk atau layanan yang dinikmati oleh masyarakat.
“Dengan dukungan dari para ahli, ilmuwan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” kata dr. Bintang dalam Webinar Ristek BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021, belum lama ini.
Sementara itu Yulius Setiady Ph.D - Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics mengatakan, penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks, dan usaha yang keras.
“Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan,” kata Yulius.
Bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Kalbe telah membuka penerimaan proposal penelitian yang nantinya diseleksi oleh dewan Juri RKSA 2021 untuk diberikan dana penelitian. Program RKSA 2021 merupakan program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science. Dana penelitian akan diberikan kepada proposal terbaik yang telah dipilih oleh Dewan Juri RKSA 2021 dan diharapkan hasil penelitian tersebut dapat mencapai proses hilirisasi untuk menjadi produk atau layanan yang dinikmati oleh masyarakat.
Lihat Juga :