Ingin Tahu Kekebalan Tubuh Terhadap Covid-19? Begini Caranya!

Jum'at, 12 Februari 2021 - 18:30 WIB
ECLIA akan mendeteksi, mengikat, serta mengukur antibodi netralisasi. Antibodi netralisasi yaitu antibodi yang dapat berikatan spesifik pada bagian struktur protein Spike SARS COV2 (protein yang terdapat pada permukaan virus Covid-19) sebelum virus Covid-19 memasuki sel-sel pada tubuh kita dengan menggunakan label-label yang berikatan spesifik dengan antibodi netralisasi tersebut. Jenis sampel yang dapat digunakan sangat mudah didapatkan yaitu sampel serum dan plasma dengan cara diambil darah vena.

Tingkat keakurasian suatu pemeriksaan antibodi tersebut dipengaruhi oleh seberapa sensitif dan spesifik alat dan metode ini mampu mendeteksi antibodi spesifik SARS COV 2. “Dari hasil uji yang ada, didapatkan tingkat spesifisitas (spesifik) pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini bisa mencapai 99–100% karena tidak ditemukan adanya reaksi silang dengan penyakit infeksi atau penyakit kronis lainnya selain penyakit akibat virus Covid-19,” ungkap dr. Irhamsyah.

Baca Juga : Bagaimana Bedakan Gejala Long Covid, Reinfeksi atau Penyakit Berbeda?

Di sisi lain, tingkat sensitivitas tes kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 cukup tinggi yaitu 98-100% setelah 14 hari seseorang mendapatkan vaksinasi atau setelah terinfeksi Covid-19, baik melalui konfirmasi tes PCR dan atau setelah mengalami gejala. sehingga pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini sangat mempresentasikan hasil pemeriksaan dengan kondisi pasien saat itu.

Tidak ada syarat tertentu sebelum melakukan tes ini. “Tidak ada batasan usia, riwayat penyakit, jenis kelamin, ras, atau kategori lainnya sehingga semua orang dapat melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini,” ujar dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes.

Belum ada publikasi hasil uji penelitian batasan pasien penyakit tertentu seperti komorbid, autoimun, atau penyakit lainnya yang tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan kuantitatif antibodi spesifik SARS COV 2 ini. Namun, saat ini telah dilakukan uji penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil kadar antibodi spesifik SARS COV yang lebih tinggi signifikan pada pasien yang mengalami gejala berat dibandingkan pasian dengan gejala sedang, ringan, bahkan pada pasien tidak bergejala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!