Komorbid Rina Gunawan Perparah COVID-19 yang Diidapnya, Mengapa?

Rabu, 03 Maret 2021 - 12:22 WIB
Di samping komplikasi saluran pernapasan, infeksi COVID-19 juga menyebabkan berbagai komplikasi langsung di jantung, otak, dan ginjal seperti di antaranya serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal akut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa banyak pasien dengan penyakit penyerta yang mendapat perawatan di rumah sakit. Pasien dengan penyakit penyerta ini, ternyata 12 kali lebih mungkin meninggal akibat COVID-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki komorbid.

Menurut dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K), penderita hipertensi yang terinfeksi COVID-19 memiliki faktor risiko berlipat ganda untuk mengalami kerusakan organ multiple, yaitu risiko HMOD akibat hipertensi itu sendiri ditambah dengan risiko komplikasi infeksi COVID-19 yang menyerang organ target yang sama dengan hipertensi.

Hypertension-Mediated Organ Damage (HMOD) adalah komplikasi kerusakan struktural dan fungsional pembuluh darah serta organ-organ terminal (mata, otak, jantung, ginjal).

“Manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal dan gangguan penglihatan termasuk kebutaan,” terang dr. Amanda.

Hipertensi terutama dijumpai pada populasi usia lanjut, di mana usia (lanjut) merupakan faktor utama untuk terinfeksi, dan juga beratnya komplikasi virus COVID-19. Lantas, mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan COVID-19?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!