Makna Dodol Dawet dalam Prosesi Siraman
Sabtu, 20 Maret 2021 - 14:47 WIB
Berjualan dawet atau dodol dawet menjadi salah satu ritual adat dalam prosesi siraman. / Foto: ist
JAKARTA - Berjualan dawet atau dodol dawet menjadi salah satu ritual adat dalam prosesi siraman. Seperti yang dilakukan oleh Anang Hermansyah dan Ashanty, keduanya berjualan dawet pada siraman Aurel Hermansyah yang digelar Jumat (19/3).
Baca juga: Ashanty Tidak Keberatan Jika Krisdayanti Dampingi Aurel di Pelaminan
Tak sekadar berjualan, tradisi ini memiliki makna penting. Dalam prosesi itu, Anang bersama Ashanty berperan menjadi penjual dawet. Tamu yang hadir pada prosesi ini pun bisa membeli dawet tersebut dengan cara yang unik.
Pasalnya, para tamu satu persatu menuju tempat Anang dan Ashanty berjualan kemudian membeli dawet dengan menggunakan kreweng, bukan uang. Kreweng atau pecahan tembikar yang digunakan merupakan simbol kehidupan manusia yang berasal dari tanah.
Baca juga: Ashanty Tidak Keberatan Jika Krisdayanti Dampingi Aurel di Pelaminan
Tak sekadar berjualan, tradisi ini memiliki makna penting. Dalam prosesi itu, Anang bersama Ashanty berperan menjadi penjual dawet. Tamu yang hadir pada prosesi ini pun bisa membeli dawet tersebut dengan cara yang unik.
Pasalnya, para tamu satu persatu menuju tempat Anang dan Ashanty berjualan kemudian membeli dawet dengan menggunakan kreweng, bukan uang. Kreweng atau pecahan tembikar yang digunakan merupakan simbol kehidupan manusia yang berasal dari tanah.
Lihat Juga :