Novelis Ini Ajak Wanita Indonesia Berkarya lewat Tulisan

Kamis, 29 April 2021 - 05:06 WIB
Ika Sarah mencoba menumpahkan kreativitasnya dengan menulis. Kekuatan Ika Sarah adalah melalui imajinasinya yang mampu menghasilkan buku fiksi berkualitas. "Sejak kecil saya diajarkan untuk banyak menulis, menumpahkan perasaan, dan cerita tentang kejadian apa saja yang dilihat," terangnya.

Ika Sarah, yang lahir dengan kelainan jantung bawaan, memang sejak kecil doyan menulis buku harian. Sejak kecil pula dia mulai berkhayal tentang konstruksi cerita dan kejadian yang kadang didapat dengan kuat melalui mimpi.

"Papa senang ke luar negeri untuk tugas. Masa itu, belum ada banyak toko buku, apalagi buku impor berbahasa Inggris, belum ada Gramedia dan Gunung Agung. Papa membelikan semua anak-anak buku luar negeri sebagai oleh-oleh, karangan Enid Blyton, HC Andersen, bahkan Asterix komik pun dalam bahasa Inggris dibelikan," ungkap Ika.

Ika Sarah sendiri merupakan putri dari Ir. Bambang Sarah, seorang pejabat pemerintahan masa Soeharto, dengan DR. Ataswarin Kamariah Moewardi, seorang pendidik, guru dan dosen yang juga menulis.

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Ika menggemari dunia tulis menulis mulai dari mengarang, menulis cerita dan puisi. Adapun sosok penulis yang begitu memengaruhi Ika menulis novel pop roman masa kecil sampai dewasa adalah Teguh Esha, Ashadi Siregar, Mira W, Marga T., Seno Gumira Ajidarma, Tere Liye, Andrea Hirata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!