Kebiasaan Makan Serat Dukung Kesehatan Pencernaan Anak
Kamis, 03 Juni 2021 - 22:18 WIB
“Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan mempengaruhi emosi anak,” terang dr. Ariani dalam Konferensi Pers Virtual Peluncuran Jam Makan Serat, Kamis (3/6).
Selain itu, dr. Ariani menuturkan, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari. Beberapa jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat.
Brand Manager Danone Specialized Nutrition Indonesia Shiera Syabila Maulidya menambahkan, pihaknya berkomitmen membantu orangtua dalam mendukung tumbuh kembang anak hebat, salah satunya dengan memastikan asupan serat harian anak tercukupi melalui kampanye “Jam Makan Serat”.
Baca Juga: Miris, Lebih Dari 82.000 Anak dan Bayi di Malaysia Positif Covid-19
“Di dalam kampanye ini, kami meluncurkan gerakan Tantangan 21 Hari Makan Serat serta Modul Edukasi 21 Hari Makan Serat. Melalui gerakan ini, kami mengajak anak untuk mengonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali di antara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang, dan 8 malam, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk dukung kesehatan pencernaan anak,” pungkas Shiera.
Selain itu, dr. Ariani menuturkan, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari. Beberapa jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat.
Brand Manager Danone Specialized Nutrition Indonesia Shiera Syabila Maulidya menambahkan, pihaknya berkomitmen membantu orangtua dalam mendukung tumbuh kembang anak hebat, salah satunya dengan memastikan asupan serat harian anak tercukupi melalui kampanye “Jam Makan Serat”.
Baca Juga: Miris, Lebih Dari 82.000 Anak dan Bayi di Malaysia Positif Covid-19
“Di dalam kampanye ini, kami meluncurkan gerakan Tantangan 21 Hari Makan Serat serta Modul Edukasi 21 Hari Makan Serat. Melalui gerakan ini, kami mengajak anak untuk mengonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali di antara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang, dan 8 malam, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk dukung kesehatan pencernaan anak,” pungkas Shiera.
(tsa)
Lihat Juga :