Korban Pelecehan Seksual Kebanyakan Alami Tonic Immobility, Apa Itu?

Rabu, 09 Juni 2021 - 10:50 WIB
Ini dianggap sebagai metode pertahanan terakhir yang terjadi dalam situasi yang melibatkan ketakutan ekstrem. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
JAKARTA - Banyak pengakuan korban pelecehan seksual yang tak berdaya saat tindakan tersebut dialami. Mereka tak tahu harus berbuat apa, alhasil hanya terdiam tanpa perlawanan.

Baca juga: Gofar Hilman Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Ceritanya



Kondisi tersebut disebut dengan Tonic Immobility. Ya, kondisi di mana terjadi penghambatan motorik sementara. Ini dianggap sebagai metode pertahanan terakhir yang terjadi dalam situasi yang melibatkan ketakutan ekstrem.

"Tonic Immobility adalah strategi defensif yang tidak disengaja. 'Freeze response'," terang laporan laman Center for Clinical Psychology.

Tidak bisanya si korban bertindak bukan artinya dia tidak sadar akan perilaku pelecehan seksual yang sedang dialami. Melainkan, si korban hanya tak bisa bergerak saat menerima pelecehan seksual.

Kondisi ini berbeda dengan yang dinamakan 'disosiasi', yang mana mereka mungkin terputus dari lingkungan dan tubuh mereka, tetapi ini tidak berarti mereka berada dalam keadaan Tonic Immobility.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!