Anestesi usai Divaksinasi COVID-19 Sebabkan Kematian, Ahli: Itu Hoaks
Selasa, 15 Juni 2021 - 19:00 WIB
Pesan itu kemudian berlanjut mengenai anjuran kapan waktu yang baik untuk mendapatkan anestesi usai divaksinasi COVID-19.
"Oleh karena itu, orang yang divaksinasi harus menunggu 4 minggu setelah divaksinasi. Jika dia terinfeksi dan sembuh, dia dapat menggunakan anestesi 4 minggu setelah sembuh dari infeksi coronavirus," katanya.
Pesan yang tidak diketahui sumber aslinya itu pun menceritakan salah satu kerabat si pengirim pesan yang menjadi korban dari penggunaan anestesi pascavaksinasi. Di situ, si pembuat pesan mengimbau agar masyarakat tidak menjadi korban selanjutnya.
"Seorang kerabat dari seorang teman divaksinasi dua hari yang lalu, pergi ke dokter gigi kemarin dan meninggal segera setelah diberi anestesi lokal! Setelah membaca peringatan tentang vaksinasi coronavirus, pada kotak vaksin, kami menemukan bahwa setelah menyelesaikan vaksin coronavirus, ada peringatan untuk tidak menggunakan anestesi!" katanya.
"Mohon sebarkan informasi ini untuk melindungi keluarga, saudara, teman, dan semua orang," lanjut isi pesan berantai tersebut.
"Oleh karena itu, orang yang divaksinasi harus menunggu 4 minggu setelah divaksinasi. Jika dia terinfeksi dan sembuh, dia dapat menggunakan anestesi 4 minggu setelah sembuh dari infeksi coronavirus," katanya.
Pesan yang tidak diketahui sumber aslinya itu pun menceritakan salah satu kerabat si pengirim pesan yang menjadi korban dari penggunaan anestesi pascavaksinasi. Di situ, si pembuat pesan mengimbau agar masyarakat tidak menjadi korban selanjutnya.
"Seorang kerabat dari seorang teman divaksinasi dua hari yang lalu, pergi ke dokter gigi kemarin dan meninggal segera setelah diberi anestesi lokal! Setelah membaca peringatan tentang vaksinasi coronavirus, pada kotak vaksin, kami menemukan bahwa setelah menyelesaikan vaksin coronavirus, ada peringatan untuk tidak menggunakan anestesi!" katanya.
"Mohon sebarkan informasi ini untuk melindungi keluarga, saudara, teman, dan semua orang," lanjut isi pesan berantai tersebut.
Lihat Juga :