Benarkah Ledakan Kasus Covid-19 Gara-Gara Vaksinasi?
Sabtu, 10 Juli 2021 - 08:28 WIB
Isu mengenai dugaan vaksinasi menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 sejatinya sudah dibantah dengan tegas oleh Ketua Satgas PB IDI, Prof Zubairi Djoerban saat talkshow di Okezone Stories beberapa waktu lalu.
Di sesi talkshow tersebut, Prof Beri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa tidak benar bahwa vaksin yang menyebabkan lonjakan kasus. Malah, vaksin menurunkan kasus, meminimalisir risiko penyakit parah akibat Covid-19, dan menurunkan risiko kematian. Ini sudah dibuktikan di banyak negara.
"Tidak benar bahwa vaksinasi Covid-19 yang membuat lonjakan kasus terjadi sekarang ini. Sudah jelas, di mana pun itu bahwa setelah vaksinasi dilakukan, makin sedikit orang yang sakit," ungkapnya.
Masalahnya saat ini, kata Prof Beri, sekarang yang banyak memenuhi rumah sakit itu mereka yang belum divaksin, walau ada satu dua pasien dirawat di rumah sakit sudah divaksinasi Covid-19. "Walau ada beberapa yang sudah divaksin, mereka kemudian sakit. Ini terjadi di Amerika Serikat dan di Inggris," paparnya.
Di Inggris misalnya, menurut penjelasan Prof Beri, mereka yang menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca itu sudah 22 juta dan diketahui ada 242 orang yang timbul bekuan. "Sebagian kecil dari yang dirawat kondisinya gawat," terang Prof Beri.
Di sesi talkshow tersebut, Prof Beri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa tidak benar bahwa vaksin yang menyebabkan lonjakan kasus. Malah, vaksin menurunkan kasus, meminimalisir risiko penyakit parah akibat Covid-19, dan menurunkan risiko kematian. Ini sudah dibuktikan di banyak negara.
"Tidak benar bahwa vaksinasi Covid-19 yang membuat lonjakan kasus terjadi sekarang ini. Sudah jelas, di mana pun itu bahwa setelah vaksinasi dilakukan, makin sedikit orang yang sakit," ungkapnya.
Masalahnya saat ini, kata Prof Beri, sekarang yang banyak memenuhi rumah sakit itu mereka yang belum divaksin, walau ada satu dua pasien dirawat di rumah sakit sudah divaksinasi Covid-19. "Walau ada beberapa yang sudah divaksin, mereka kemudian sakit. Ini terjadi di Amerika Serikat dan di Inggris," paparnya.
Di Inggris misalnya, menurut penjelasan Prof Beri, mereka yang menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca itu sudah 22 juta dan diketahui ada 242 orang yang timbul bekuan. "Sebagian kecil dari yang dirawat kondisinya gawat," terang Prof Beri.
Lihat Juga :