Studi: Level Proteksi Vaksin mRNA Lebih Tinggi pada Pasein Sirosis

Jum'at, 16 Juli 2021 - 19:48 WIB
Hasilnya, vaksinasi dengan Pfizer atau Moderna terlihat menghilangkan resiko infeksi hingga 64,8 persen dan bahkan menurunkan peluang resiko rawat inap di rumah sakit atau kematian terkait Covid-19 hingga 100 persen setelah 28 hari.

Dengan catatan, peserta dengan fungsi hati yang lebih parah (sirosis dekompensasi) memiliki perlindungan yang lebih sedikit terhadap infeksi Covid-19 yakni 50,3 persen dibandingkan dengan pasien dengan sirosis kompensasi (tahap tanpa gejala masing-masing) yakni 66,8 persen.

Sebagai catatan, pasien yang divaksinasi dan tidak divaksinasi menghadapi jumlah infeksi yang sama dalam 28 hari setelah dosis pertama, meskipun manfaat dari vaksinasi dilaporkan setelah 28 hari. Peserta studi yang diteliti, diketahui rata-rata sudah berusia sekitar 69 tahun, mayoritas berjenis kelamin pria 60,6 persen di antaranya berkulit putih, dan pasien kulit hitam sebesar 23,2 persen.

Baca juga: Mengenal Obat Oseltamivir, Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

"Studi kohort dari veteran AS ini memperlihatkan kalau pemberian vaksin mRNA dikaitkan dengan pengurangan sederhana infeksi Covid-19 yang tertunda. Tetapi, pengurangan yang sangat baik dalam rawat inap atau kematian pada pasien dengan sirosis terkait Covid-19," catatan para penulis studi.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!