Diminta Netizen Berhenti Posting soal COVID-19, Begini Jawaban Imam Darto
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:30 WIB
"Yang baik-baik saja? Nyatanya banyak sekali yang gak baik-baik aja lho. Banyak sekali sampai detik ini yang DM saya keluarganya berjuang untuk cari RS, cari tabung, lagi berjuang hidup dan yang saya bantu beberapa waktu lalu lapor lagi ternyata sudah meninggal," ungkapnya.
Pemilik nama lengkap Imam Hendarto Sukarno ini juga baru saja kehilangan sang kakak karena COVID-19 dan sempat ditolak beberapa rumah sakit. Itu sebabnya dia merasa prihatin dengan para pejuang COVID-19.
Sebenarnya, postingan Imam Darto di akun Instagram pribadinya juga dimaksudkan untuk membantu menyebarluaskan informasi terkait kebutuhan berbagai pihak seperti donor plasma konvalesen sampai lokasi masyarakat bisa mendapatkan tabung oksigen serta vaksinasi.
"Mas mungkin ga tau. Belum ngerasain soalnya. Tapi kalo tiba-tiba orang tuanya sesak nafas butuh tabung jam 2 pagi, harus cari IGD ke 15 RS ditolak semua, mungkin mas baru sadar, 'oh iya ya kita lagi ga baik-baik saja ini'," tulisnya.
Pembawa acara kelahiran Jakarta, 12 November 1982 ini mengungkapkan, dirinya bukan ingin menakut-nakuti. Tujuannya memposting berbagai informasi terkait COVID-19 supaya masyarakat yang belum merasakan kehilangan orang-orang tercinta menjadi lebih waspada dan paham dengan kondisi yang tidak baik saat ini.
"Jadi mereka gak harus kehilangan orang tercintanya," ujarnya.
Pemilik nama lengkap Imam Hendarto Sukarno ini juga baru saja kehilangan sang kakak karena COVID-19 dan sempat ditolak beberapa rumah sakit. Itu sebabnya dia merasa prihatin dengan para pejuang COVID-19.
Sebenarnya, postingan Imam Darto di akun Instagram pribadinya juga dimaksudkan untuk membantu menyebarluaskan informasi terkait kebutuhan berbagai pihak seperti donor plasma konvalesen sampai lokasi masyarakat bisa mendapatkan tabung oksigen serta vaksinasi.
"Mas mungkin ga tau. Belum ngerasain soalnya. Tapi kalo tiba-tiba orang tuanya sesak nafas butuh tabung jam 2 pagi, harus cari IGD ke 15 RS ditolak semua, mungkin mas baru sadar, 'oh iya ya kita lagi ga baik-baik saja ini'," tulisnya.
Pembawa acara kelahiran Jakarta, 12 November 1982 ini mengungkapkan, dirinya bukan ingin menakut-nakuti. Tujuannya memposting berbagai informasi terkait COVID-19 supaya masyarakat yang belum merasakan kehilangan orang-orang tercinta menjadi lebih waspada dan paham dengan kondisi yang tidak baik saat ini.
"Jadi mereka gak harus kehilangan orang tercintanya," ujarnya.
Lihat Juga :