Arzeti Bilbina Takkan Menyerah Mengedukasi Bahaya BPA

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 21:33 WIB
"Kami telah sampaikan langsung kepada Ka BPOM,saat rapat kerja dengan BPOM. Kami mengapresiasi pihak BPOM yang secara responsif membahas masalah BPA ini. BPOM telah melakukan tiga kali FGD (Forum Group Discusion) khusus membahas BPA. Kami berharap BPOM segera memberi label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA," jelas Arzeti dalam keterangan resminya, Jumat (6/8).

Menurut Arzeti, BPOM telah melakukan uji terhadap kemasan plastik. Dan hasilnya masih di bawah ambang batas. Batas toleransi yang dilkeluarkan BPOM adalah 0,6 BPJ. Sedang berdasarkan hasil uji, berada di 0,03 BPJ.

"Memang itu jauh dari ambang batas. Tapi untuk bayi, balita dan janin harus free BPA. Harus 0 BPJ. Kita tidak berani mengambil risiko,atau biar aman diberi label seperti pada susu kental manis yang berbunyi tidak cocok untuk bayi. Seperti pada kemasan rokok ada peringatan bahaya, merokok dapat menimbulkan gangguanjantung, impotensi dan kehamilan," tuturnya.

Arzeti mengaku bahwa pengetahuan seputar bahaya plastik BPA didapatkan saat menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional di Auditorium Komnas Perlindungan Anak pada 29 Juli lalu. Sepulang dari acara peringatan Hari Anak Nasional, Arzeti langsung memeriksa seluruh peralatan yang terbuat dari plastik.

"Jadi sampai di rumah saya periksa seluruh peralatan makan dan minum saya periksa satu persatu. Botol-botol plastik. Untunglah hampir semua mempunyai kode 'Free BPA', yang tidak ada kode tersebut saya buang," tutur mantan model ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!