62 Persen Nakes Kesulitan Pertahankan Ibu Berikan ASI Eksklusif Selama Pandemi
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 03:29 WIB
Sementara hampir 50 persen pasien ibu hamil dan menyusui memutuskan untuk mengurangi jumlah kunjungan. Ditambah lagi posyandu dan puskesmas mengurangi pelayanan ibu hamil dan menyusui.
Adanya keterbatasan terhadap pelayanan, akibatnya kesempatan konseling laktasi terganggu. Hal ini juga bisa mengakibatkan ibu menyusui gagal ASI eksklusif.
"Karena penelitian membuktikan peran tenaga kesehatan sangat kritikal dalam keberhasilan menyusui," terangnya.
Terdapat temuan dan analisis statistik terkait pemberian ASI Eksklusif, yaitu:
57 persen fasilitas kesehatan layanan primer tidak memiliki pelayanan antenatal care daring atau telemedecine selama pandemi Covid-19 sehingga berisiko 1,4 kali lebih besar ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak
Adanya keterbatasan terhadap pelayanan, akibatnya kesempatan konseling laktasi terganggu. Hal ini juga bisa mengakibatkan ibu menyusui gagal ASI eksklusif.
"Karena penelitian membuktikan peran tenaga kesehatan sangat kritikal dalam keberhasilan menyusui," terangnya.
Terdapat temuan dan analisis statistik terkait pemberian ASI Eksklusif, yaitu:
57 persen fasilitas kesehatan layanan primer tidak memiliki pelayanan antenatal care daring atau telemedecine selama pandemi Covid-19 sehingga berisiko 1,4 kali lebih besar ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak
Lihat Juga :